Pekan ini umat Hindu Indonesia merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932. Seperti biasanya berbagai rangkaian kegiatan untuk menyambut perayaan Nyepi dilakukan, seperti Melasti hingga Dharma Santi. Nyepi jatuh pada 16 Maret 2010. Pada hari tersebut umat Hindu akan melaksanakan brata penyepian.
Pada saat Nyepi tersebut, umat Hindu melakukan amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungaan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak berfoya-foya/tanpa hiburan).
Diharapkan melalui brata penyepian tersebut, umat Hindu dapat menemukan jati diri untuk melangkah lebih baik lagi pada tahun berikutnya. Melalui kontemplasi yang penuh makna untuk mencapai kesadaran diri, umat Hindu berharap terwujudnya kedamaian diri, bangsa, dan negara. (more..)
Pelaksanaan corporate social responsibility (CSR) menjadi wacana yang sangat menarik ditengah globalisasi ekonomi. Semakin kompleksnya penerapan CSR, John Elkington mengemukakan sebuah teori yang dikenal dengan triple bottom line pada tahun 1997. John Elkington mengembangkan konsep dalam istilah economic prosperity, environmental quality, dan social justice.
Elkington berpandangan bahwa jika sebuah perusahaan ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya, maka perusahaan harus memperhatikan profit, people, dan planet. Selain mengejar keuntungan (profit), perusahaan juga harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat (people), dan turut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet). (more..)
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor utama dalam pekembangan suatu organisasi. DPP Sumatera Selatan sebagai salah satu organisasi kepemudaan Hindu di kota Palembang menyelenggarakan kegiatan pengembangan kepemimpinan (pakem) untuk para anggotanya agar dapat meningkatkan kemampuan dan menggali potensi leadership serta meningkatkan rasa kebersamaan dalam berorganisasi yang dikemas dalam bentuk kegiatan seminar, diskusi dan outbound. (more..)
Membaca ulasan Sdr M. Harya Ramdhoni Julizarsyah di Lampung Post Minggu, 10 Januari 2010, sangat menarik. Terlebih sebuah ulasan terkait dengan Sejarah di Lampung. Berikut tulisan tersebut:
SEJAK kapan kerajaan Sekala Bgha muncul? Siapakah pendiri dan raja pertama kerajaan Hindu-Animis tersebut? Itulah beberapa pertanyaan besar yang selalu menggelayuti alam pikir masyarakat Lampung Sai Batin berkaitan asal-usul nenek moyang mereka.
Masyarakat Saibatin di daerah-daerah Kenali, Liwa, Batu Bekhak, Kembahang, Lumbok Ranau, Kota Batu, Banding Agung, Krui, Kotaagung hingga Kalianda percaya bahwa muasal mereka berasal dari lereng Gunung Pesagi yang masyhur. Di lereng gunung tertinggi di Lampung itu hidup sebuah suku purba yang bernama suku Tumi. Ahmad Safei, Saibatin Kepaksian Buay Belunguh, Paksi Pak Sekala Bgha, mengatakan suku Tumi kemungkinan berasal dari India yang datang ke wilayah dataran tinggi Lampung Barat beberapa millennium sebelum masehi. Safei menambahkan nama suku Tumi berasal dari asal nama Tamil, sebuah suku bangsa yang masih ada hingga sekarang di India (Ahmad Safei, 1972). (more..)