<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>wayan sudane</title>
	<link>http://wayansudane.net</link>
	<description>merangkai kata mencari makna</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 07:30:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Ormas Hindu, Semangatmu Redup!</title>
		<link>http://wayansudane.net/2008/11/21/ormas-hindu-semangatmu-redup/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2008/11/21/ormas-hindu-semangatmu-redup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 07:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan sudane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Omong-Kosong]]></category>

		<category><![CDATA[Hindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/2008/11/21/ormas-hindu-semangatmu-redup/</guid>
		<description><![CDATA[“Tahun 2008 akan segera ditinggalkan. Kita akan memasuki tahun 2009, tahun dimana banyak orang menyebutnya sebagai tahun politik. Karena tahun ini akan diselenggarakan pesta demokrasi yaitu pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden. Tak heran dari sekarang sudah banyak organisasi-organisasi ataupun orang-orang mulai ramai membicarakan politik.” ujar Putu dipagi hari.
“Hal ini wajar karena eforia masyarakat akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Tahun 2008 akan segera ditinggalkan. Kita akan memasuki tahun 2009, tahun dimana banyak orang menyebutnya sebagai tahun politik. Karena tahun ini akan diselenggarakan pesta demokrasi yaitu pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden. Tak heran dari sekarang sudah banyak organisasi-organisasi ataupun orang-orang mulai ramai membicarakan politik.” ujar Putu dipagi hari.</p>
<p>“Hal ini wajar karena eforia masyarakat akan terbawa oleh situasi dan hiruk pikuk ini. Masyarakat memulai acang-acang hingga gerak bawah tanah sudah dilakukan. Ada yang masih malu-malu, ada yang berambisi, ada yang pasang iklan dulu menghiasi televisi kita. Pokoknya banyaklah cara-cara yang digunakan untuk pencitraan ini. Mungkin politik pencitraannya sedang diperkuat dengan menampilkan sosok yang sebaik mungkin,” sambut Made.</p>
<p>“Tidak itu saja, yang lebih gencar lagi adalah ‘safari’. Sang kandidat gencar untuk road show ke daerah-daerah guna menggalang dukungan. Berbagai program pun dilakukan. Melihat momen ini sang incumbent pun mulai mencari strategi baru untuk mencitrakan keunggulan program dan pemerintahannya. Ini seru sekali. Belum lagi sang bakal calon presiden dari golongan independen gencar melakukan uji materi undang-undang presiden yang baru disahkan,” ujar Putu.</p>
<p>“Ada yang menarik, berbagai partai memasang iklan untuk menggaet pemilih. Mulai dari jualan program sampai jualan citra diri atau sosok yang ditokohkan dipartai. Bahkan PKS – Partai Keadilan Sejahtera tidak tanggung-tanggung. Iklan PKS menampilkan tokoh-tokoh dan pahlawan bangsa yang akhirnya menuai banyak kritik karena menampilkan sosok NU dan Muhammadiyah, sampai Soeharto. Belum selesai kontroversi itu, PKS kembali menggelar award yang diberikan kepada tokoh-tokoh muda bangsa. Begitu juga partai lainnya seperti PDIP dan demokrat mulai menghiasi halaman-halaman surat kabar!” papar Made serius.  <a href="http://wayansudane.net/2008/11/21/ormas-hindu-semangatmu-redup/#more-79" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2008/11/21/ormas-hindu-semangatmu-redup/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Website/ Weblog Bakal Calon Presiden 2009</title>
		<link>http://wayansudane.net/2008/11/13/website-weblog-bakal-calon-presiden-2009/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2008/11/13/website-weblog-bakal-calon-presiden-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 14:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lamunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/2008/11/13/website-weblog-bakal-calon-presiden-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi memang memberikan dampak yang luar biasa bagi bisnis maupun gaya hidup. Pun dengan kegiatan politik, tidak sedikit para elit dan tokoh politik mulai menggunakan media online sebagai sarana ber-kampanye. Ini dimungkinkan mengingat pengguna media online semakin banyak di Indonesia. Menurut survey yang dilakukan APJII sampai dengan akhir 2007 menunjukkan angka 25.000.000 pengguna internet di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Teknologi</strong> memang memberikan dampak yang luar biasa bagi bisnis maupun gaya hidup. Pun dengan kegiatan politik, tidak sedikit para elit dan tokoh politik mulai menggunakan media online sebagai sarana ber-kampanye. Ini dimungkinkan mengingat pengguna media online semakin banyak di Indonesia. Menurut survey yang dilakukan APJII sampai dengan akhir 2007 menunjukkan angka 25.000.000 pengguna internet di Indonesia. Tentu masih kecil bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Namun target pemilih dengan sasaran pengguna internet merupakan ceruk pasar yang tidak bisa dianggap gampang. Pasalnya pendidikan pada ceruk ini relatif memiliki pendidikan yang lebih baik sehingga bisa memberikan dampak dan wacana terhadap <em>track record </em>sang calon Presiden RI.</p>
<p>Seperti apa, mereka, sang bakal calon ini &#8216;menjual&#8217; dirinya secara online. Sultan HB X, dalam websitenya menyatakan &#8220;&#8230; Hari-hari ini, suara-suara yang menginginkan Sultan menjadi salah satu kandidat presiden semakin menguat. Hasil survey Indobarometer bahkan menempatkan Sultan HB X sebagai kandidat dengan capaian tertinggi untuk calon wakil Presiden&#8230;&#8221;</p>
<p>Rizal Mallarangeng, &#8220;&#8230; mungkin saya akan berhasil, mungkin pula tidak. Tapi saya ingin menegaskan satu hal: soalnya bukanlah kalah atau menang, sukses atau gagal. Bahkan sebenarnya, seperti yang telah saya singgung tadi, masalahnya bukanlah tentang Rizal Mallarangeng atau siapa pun. Soalnya adalah soal sebuah generasi dan sebuah negeri yang kita cintai yang harus bergerak maju, membuka peluang dan kemungkinan-kemungkinan baru&#8230;. &#8221;</p>
<p>Bagaimana dengan yang lainnya ? Simak diwebsite para kandidat berikut:  <a href="http://wayansudane.net/2008/11/13/website-weblog-bakal-calon-presiden-2009/#more-78" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2008/11/13/website-weblog-bakal-calon-presiden-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pahlawan dan Hari-nya</title>
		<link>http://wayansudane.net/2008/11/10/pahlawan-dan-hari-nya/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2008/11/10/pahlawan-dan-hari-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 06:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan sudane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Omong-Kosong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/2008/11/10/pahlawan-dan-hari-nya/</guid>
		<description><![CDATA[“Hari ini, 10 November adalah hari pahlawan. Namun sepertinya kita sudah tidak menghiraukan lagi makna dan semangat yang ada,” tutur Gojek kepada sohibnya, Jhon. “Tidak semua masyarakat tahu dan para elit kita juga sudah tidak lagi menyerukan semangat-semangat heroik untuk pembangunan bangsa dan negara,” tambah Gojek.
“Jiwa kepahlawanan para tokoh bangsa kini dirasakan melemah. Perilaku mengutamakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“<strong>Hari ini</strong>, 10 November adalah hari pahlawan. Namun sepertinya kita sudah tidak menghiraukan lagi makna dan semangat yang ada,” tutur Gojek kepada sohibnya, Jhon. “Tidak semua masyarakat tahu dan para elit kita juga sudah tidak lagi menyerukan semangat-semangat heroik untuk pembangunan bangsa dan negara,” tambah Gojek.</p>
<p>“Jiwa kepahlawanan para tokoh bangsa kini dirasakan melemah. Perilaku mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan masyarakat mencengkeram para tokoh panutan yang sepatutnya member teladan nilai kepahlawanan,” timpal Jhon sembari membaca Kompas, Senin 10 November. “Ini jelas bisa dilihat dari tokoh bangsa yang sangat sulit sekali untuk dijadikan panutran. Ada yang sudah layak menjadi panutan anak bangsa, koq malah berubah haluan sehingga tak layak lagi jadi panutan,” sambung Jhon.</p>
<p>“Kondisi dan realitas ini adalah cermin dari lunturnya semangat perjuangan kita bersama termasuk generasi hari ini!” sambut Gojek. “Kita gagal menjaga semangat pahlawan dalam berjuang menciptakan pembangunan karakter bangsa. Kita terjebak pada pragmatisme dan kekuasaan belaka. Akhirnya rakyat yang menjadi imbas dari semua kebijakan dan pergulatan bangsa ini.”  <a href="http://wayansudane.net/2008/11/10/pahlawan-dan-hari-nya/#more-77" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2008/11/10/pahlawan-dan-hari-nya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Susahkah Memulai Bisnis ?</title>
		<link>http://wayansudane.net/2008/10/15/susahkan-memulai-bisnis/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2008/10/15/susahkan-memulai-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 11:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan sudane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Manajamen]]></category>

		<category><![CDATA[Lamunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/2008/10/15/susahkan-memulai-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[Memulai bisnis memang susah. Pasalnya membutuhkan mental yang kuat, belum lagi ada pengalaman dan sejuta pikiran lainnya. Butuh uang, bisa jadi. Saatnya mulia sekarang, mungkin juga ini terlintas dipikiran.  Apa yang kita pikirkan sekarang pastinya berbeda dengan yang kita pikirkan tahun lalu ataupun tahun depan. Nah, seperti yang ada dibuku-buku maupun yang disampaikan para motivator [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memulai</strong> bisnis memang susah. Pasalnya membutuhkan mental yang kuat, belum lagi ada pengalaman dan sejuta pikiran lainnya. Butuh uang, bisa jadi. Saatnya mulia sekarang, mungkin juga ini terlintas dipikiran.  Apa yang kita pikirkan sekarang pastinya berbeda dengan yang kita pikirkan tahun lalu ataupun tahun depan. Nah, seperti yang ada dibuku-buku maupun yang disampaikan para motivator bisnis, ada beberapa tips untuk memulai suatu bisnis:</p>
<p><strong>Kerjakan Sesuai Kemampuan</strong><br />
Mengerjakan sesuatu diluar kemampuan tentu hasilnya tak maksimal. Untuk itu kita harus bisa mengukur kemampuan diri sendiri. Lantas bentuk bisnisnya apa yang cocok untuk kita, apakah offline atau online. Begitu juga dengan perencanaan dan penelitiannya, pengembangan, pemasaran dan sebagainya akan mengeluarkan banyak biaya. Untuk itu perlu adanya ukuran kemampuan diri sendiri sebelum jauh melangkah memulai suatu bisnis.   <a href="http://wayansudane.net/2008/10/15/susahkan-memulai-bisnis/#more-76" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2008/10/15/susahkan-memulai-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>RUU Pornografi, Keinginan Tak Tahu Diri</title>
		<link>http://wayansudane.net/2008/09/15/ruu-pornografi-keinginan-tak-tahu-diri/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2008/09/15/ruu-pornografi-keinginan-tak-tahu-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 14:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan sudane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lamunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/2008/09/17/ruu-pornografi-keinginan-tak-tahu-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu-minggu ini, rancangan undang-undang pornografi (RUU Pornografi) kembali ramai dibicarakan berbagai kalangan. Menariknya, berbagai kalangan menyoroti berbagai pasal yang dinilai diskriminatif dan cenderung mengancam keutuhan budaya dan keanekaragaman di Indonesia. Ada beberapa hal yang menjadi sorotan didalam RUU Pornografi tersebut antara lain; Pasal 21 yang menyatakan Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2009/2864823109_17d459518c.jpg?v=0" vspace="3" width="133" align="left" height="150" hspace="3" />Minggu-minggu ini, rancangan undang-undang pornografi (RUU Pornografi) kembali ramai dibicarakan berbagai kalangan. Menariknya, berbagai kalangan menyoroti berbagai pasal yang dinilai diskriminatif dan cenderung mengancam keutuhan budaya dan keanekaragaman di Indonesia. Ada beberapa hal yang menjadi sorotan didalam RUU Pornografi tersebut antara lain; Pasal 21 yang menyatakan Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi. Ini artinya masyarakat dapat berperan aktif untuk turut melakukan pencegahan bahkan penggeledahan terhadap pihak lainnya dan kemungkinan bisa melampaui wewenang kepolisian. Wah bisa-bisa semua orang melakukan swiping dan kekerasan terhadap warga lainnya dengan dalih pornografi.</p>
<p>Selanjutnya RUU tersebut tidak mencerminkan keanekaragaman budaya bangsa dan ekspresi seni budaya. Indonesia dikenal dengan keanekaragaman budaya antara daerah dan memiliki ciri khas tersendiri yang tidak bisa disamakan satu daerah dengan daerah lainnya. Nah, dalam RUU tersebut, keanekaragaman budaya tersebut akan terancam. Pelaksanaannya tentu akan mengancam keutuhan bangsa dan negara karena pasti akan ada kelompok tertentu yang akan memaksakan kehendak dengan dengan dalih menjalankan amanat undang-undang yang jelas-jelas mencederai kebhinekaan warga negara.</p>
<p>Kalau tetap dipaksakan pengesehannya pada 23 September mendatang, tentu ini menjadi kemunduran dalam proses berbangsa dan bernegara dan tentunya tidak ada lagi semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Ya, keinginan tak tahu diri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2008/09/15/ruu-pornografi-keinginan-tak-tahu-diri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat Kampanye Online Pilkada Lampung</title>
		<link>http://wayansudane.net/2008/08/26/melihat-kampanye-online-pilkada-lampung/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2008/08/26/melihat-kampanye-online-pilkada-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 09:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan sudane</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Lamunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/2008/08/26/melihat-kampanye-online-pilkada-lampung/</guid>
		<description><![CDATA[Pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung kini memberikan warna tersendiri bagi proses demokrasi di Indonesia. Warna itu bisa dilihat dari semakin maraknya calon kandidat yang memperhatikan warga masyarakat. Mulai dari semboyan hingga janji-janji pro kepada warga terus dilontarkan. Begitu juga program-program pro warga tidak ketinggalan membumbui kampanye agar warga simpatik dan kemudian memilihnya.
Semua kalangan warga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pemilihan </strong>kepala daerah (pilkada) secara langsung kini memberikan warna tersendiri bagi proses demokrasi di Indonesia. Warna itu bisa dilihat dari semakin maraknya calon kandidat yang memperhatikan warga masyarakat. Mulai dari semboyan hingga janji-janji pro kepada warga terus dilontarkan. Begitu juga program-program pro warga tidak ketinggalan membumbui kampanye agar warga simpatik dan kemudian memilihnya.</p>
<p>Semua kalangan warga tak luput dari garapan para tim sukses. Mulai yang di kampung hingga perkotaan, tim sukses pemenangan calon memiliki cara tersendiri. Namun yang biasa dilakukan berupa pemasangan spanduk-spanduk yang berisi foto sang calon dan stiker calon. Tak kalah menariknya adalah akronim dari nama-nama kedua pasangan, misalnya gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati. Ada saja akronim-akronim yang dijual dengan maksud menanamkan ingatan dibenak konsumen yang akan memilih mereka.</p>
<p>Yang menarik akhir-akhir ini dan merupakan kemajuan adalah digarapnya juga sisi dunia maya. Pemanfaatan fasilitas internet sebagai media kampanye online digarap secara serius tak kalah dengan kampanye offline berupa spanduk-spanduk hingga sosialisasi langsung. Melalui media online ini, sang calon menawarkan program-program hingga pemaparan kegiatan-kegiatan kampanye yang tentu saja sangat mudah dipahami oleh target pasar yang notabene kalangan berpendidikan.  <a href="http://wayansudane.net/2008/08/26/melihat-kampanye-online-pilkada-lampung/#more-71" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2008/08/26/melihat-kampanye-online-pilkada-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
