wayan sudane

merangkai kata mencari makna

Archive for the ‘Lamunan’


Memoar Kalteng

Memoar Kalimantan TengahSore itu, Senin (4/8) kami masih menyempatkan untuk melintasi jalanan di tengah kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dengan niat menghilangkan pengat dan lelah, kami menelusi hamparan ujung penglihatan ditengah rimbun tanah bergambut. Dengan menggunakan taksi, sebutan untuk angkot, kami pun bergegas untuk kongkow di Jembatan Kahayan.  Ya, sejak 2001 di tengah kota Palangka Raya terbentang jembatan yang melintasi sungai kahayan sepanjang 640 meter dengan lebar jembatan ini 9 meter. Diatasnya memiliki lengkungan yang sangat menarik. Jembatan ini bernama Jembatan Kahayan.

Kemudian tak jauh dari sungai Kahayan, kami singgah di tugu atau monumen peletakan batu pertama kota Palangka Raya. Tugu ini sebagai tiang pertama pembangunan kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah. Tugu ini diresmikan oleh Presiden RI Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957.

Transformasi Baru

Seminar Nasional: Revitalisasi Nasionalisme Anak Bangsa

Mengakhiri jabatan adalah sebuah kelegaan tersendiri. Disatu sisi kita telah mengabdi pada tugas dan kewajiban yang diberikan. Disatu sisi proses regenerasi dapat dijalankan dengan baik yang ditunjukkan adanya proses transformasi dan pergantian kepemimpinan dalam organisasi. Inilah yang kami alami, menjadi Presidium Pimpinan Pusat KMHDI - Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia - harus diselesaikan dalam Mahasabha (kongres) VI KMHDI di Palangka Raya, Kalimantan Tengah 31 Juli – 3 Agustus lalu.

Sebuah proses transformasi telah saya lalui selama dua tahun kebelakang, pasca Mahasabha V KMHDI di Bandung, 13 April 2006 lalu. Sejak saat itu pula proses kepemimpinan harus saya perdalam dalam ranah nasional. Pergulatan pemikiran pun tak bisa saya elakan dalam ruang waktu di Ibu Kota. Ya, itulah yang harus saya lalui dan tak terasa ketika dua tahun itu harus berlalu dan kini saatnya transformasi baru harus saya lalui lagi. (more…)

Budaya Organisasi

Sosialisasi sangat penting dalam pergaulan. Tapi tentu ada aturan mainnya. Begitu juga dalam sebuah organisasi, ada aturan mainnya. Biasanya masing-masing organisasi memiliki budaya dan karakteristik tersendiri.
Untuk membentuk itulah diperlukan kepemimpinan dalam organisasi itu. Pemimpin akan menciptakan sistem. Biasanya terdiri dari nilai atau standar, aturan main, dan ganjaran. Seberapa besar unsur-unsur itu akan membentuk budaya dan sistem organisasi ?
Dalam prosesnya diperlukan adaptasi eksternal dan integrasi internal. Budaya itu akan menjadi kuat dengan peran strategis pemimpin dan partisipasi aktif anggota. Tidak saja tugas pemimpin tapi juga perlu peran aktif anggota.
(more…)

Lima Poin

Mau punya nilai lebih dalam suatu organisasi? Bisa saja, menurut Eileen Rahman dan Ninik Wulandari, Experd Organisation Development Services, ada beberapa poin:

  1. Ingat: Kerja keras itu ”biasa”
  2. Ciptakan nilai tambah
  3. Bersahabat dengan ide dan rangkul peluang
  4. Sekali luar biasa tidak selamanya luar biasa
  5. Jual dan tonjolkan keberhasilan

Nah, saya rasa poin-poin itu bisa berlaku dalam organisasi apa pun baik profit maupun non profit. Tapi memang menjalankan teori itu lebih susah daripada membuat teori itu sendiri. Hmmm :)

Buka Situs Pemda

Hampir seharian buka situs-situs pemerintah daerah (pemda), ach masih belum ada banyak perubahan. Tapi lumayan juga, sudah banyak yang mencantumkan situs-situs e-procurement alias lelang online. Kalau sudah jalan sih, lelang bisa dilakukan secara online sehingga kong kali kong antara pemilik proyek dan kontraktor bisa diminimkan karena pastinya susah dihilangkan. :)

Ada lagi, pemerintah daerah kini sudah mulai juga menerapkan layanan satu pintu. Nah dengan layanan ini investor maupun warga bisa mengurus perizinan dengan mudah. Masuk pintu depan keluar-keluar sudah beres. Gak perlu calo lagi tentunya :) Tapi apa iya pelaksanaannya seperti itu… Ya semoga ada perbaikan atas birokrasi yang sering korup. :)