<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wayan sudane &#187; Catatan Lepas</title>
	<atom:link href="http://wayansudane.net/category/segala-sesuatu-tentang-kondisi-hari-ini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wayansudane.net</link>
	<description>merangkai kata mencari makna...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:23:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kesempatan Tak Datang Dua Kali</title>
		<link>http://wayansudane.net/2011/04/04/belum-teratur/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2011/04/04/belum-teratur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 10:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Pura Besakih, Bali memiliki daya tarik khusus bagi umat Hindu Indonesia. Saat odalan di Pura Besakih akhir Maret 2011 lalu, umat Hindu dari berbagai daerah di Bali pun berdatangan untuk melakukan persembahyangan. Momentum bagi para pedagang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pura Besakih, Bali memiliki daya tarik khusus bagi umat Hindu Indonesia. Saat odalan di Pura Besakih akhir Maret 2011 lalu, umat Hindu dari berbagai daerah di Bali pun berdatangan untuk melakukan persembahyangan.<br />
Momentum bagi para pedagang untuk mengais rezeki. Ya, sisi lain dari keheningan dalam pemujaan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class=" " title="http://farm6.static.flickr.com/5266/5578539213_ec6d1fd27c.jpg" src="http://farm6.static.flickr.com/5266/5578539213_ec6d1fd27c.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Pedagan Asongan sepanjang jalan menuju  Pura Besakih, Bali</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="http://farm6.static.flickr.com/5150/5587581689_4d60c6ee3e.jpg" src="http://farm6.static.flickr.com/5150/5587581689_4d60c6ee3e.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Menangkap Peluang: bagi pedagang, keramaian merupakan berkah</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="http://farm6.static.flickr.com/5145/5579176338_9a9323c360.jpg" src="http://farm6.static.flickr.com/5145/5579176338_9a9323c360.jpg" alt="Penuh: penampung sampahnya penuh" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Penuh: penampung sampahnya penuh</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2011/04/04/belum-teratur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persepsi</title>
		<link>http://wayansudane.net/2011/02/15/persepsi/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2011/02/15/persepsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 15:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Agama menjadi persoalan sensitif  akhir-akhir ini. Persoalan kekerasan dalam lingkup agama, suku, maupun primordial lain mampu mengarahkan media untuk menenggelamkan isu hangat lainnya. Mulai dari pernyataan para tokoh agama yang mengungkap kebohongan pemerintah, hingga rentetan peristiwa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agama menjadi persoalan sensitif  akhir-akhir ini. Persoalan kekerasan dalam lingkup agama, suku, maupun primordial lain mampu mengarahkan media untuk menenggelamkan isu hangat lainnya. Mulai dari pernyataan para tokoh agama yang mengungkap kebohongan pemerintah, hingga rentetan peristiwa kekerasan Cikeusik (Banten), Temanggung (Jawa Tengah), Pondok Pesantren Al Ma&#8217;hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Pasuruan (Jawa Timur).</p>
<p>Adanya rentetan peristiwa kekerasan tersebut mampu mengalihkan perhatian publik yang direpresentasikan melalui pemberitaan media. Misalnya saja kasus mafia pajak, isu Miranda gate hampir tenggelam. Satu hal yang perlu disayangkan juga adalah kekurang-tegasan pemerintah dalam menangangi berbagai permasalahan ini, baik korupsi, mafia pajak, hingga rentetan kekerasan tersebut.</p>
<p>Banyak pihak kemudian menilai ketidak-tegasan tersebut sebagai ketidakhadiran pemerintah dalam memberi rasa adil bagi masyarakat. Semua kebijakan dan tindakan pada akhirnya bermuara pada kegiatan politik semata. Sulit untuk melakukan kerja nyata, karena terlalu banyak prasangka.</p>
<p>Ya, terlalu kompleks permasalahan kepemimpinan bangsa ini. Sisi politik terlalu mendominasi, stabilitas sulit dicapai. Akhirnya biarkan masyarakat ber-persepsi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2011/02/15/persepsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bola</title>
		<link>http://wayansudane.net/2010/12/30/bola/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2010/12/30/bola/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 03:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[futured image]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Desember ini masyarakat Indonesia mengalami euforia sepakbola. Pertandingan sepakbola antarnegara di kawasan ASEAN ini juga menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Kemeriahan dukungan masyarakat ini juga didukung dengan munculnya elit-elit negara, partai politik yang turut mendukung Tim Merah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Desember ini masyarakat Indonesia mengalami <em>euforia</em> sepakbola. Pertandingan sepakbola antarnegara di kawasan ASEAN ini juga menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Kemeriahan dukungan masyarakat ini juga didukung dengan munculnya elit-elit negara, partai politik yang turut mendukung Tim Merah Putih.</p>
<p>Namun, kemunculan elit-elit partai politik tersebut justru menjadi blunder pasca kekalahan Timnas melawan Malaysia (0-3) ketika bertandang ke kandang Harimau Malaya tersebut di Bukit Jalil, Malaysia.</p>
<p>Banyak kalangan menilai kinerja PSSI didominasi kepentingan politik sehingga fokus untuk memperkuat kinerja sepakbola menjadi pudar. Kondisi ini diperkuat juga dengan tuntutan masyarakat terhadap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk mengundurkan diri. Ya, reformasi PSSI menjadi tuntutan masyarakat.</p>
<p>Tuntutan ini menjadi akumulasi dari kejengahan dan kerinduan masyarakat akan sepakbola. Masyarakat berharap besar bangsa ini mencapai puncak prestasi dalam sepakbola. Akumulasi ini bisa saja benar kalau kita perhatikan masyarakat di Jakarta misalnya, yang begitu antusiasnya menyaksikan pertandingan Piala AFF 2010 kemarin.<span id="more-236"></span></p>
<p>Tidak itu saja, ketika pertandingan, di <em>microblogging</em> twitter pun komentar berseliweran silih berganti memberikan dukungan kepada Timnas, maupun komentar-komentar menuntut reformasi PSSI. Arifin Panigoro pemilik usaha Group Medco yang kini menjadi Chairman Liga Primer Indonesia (LPI) yang <em>bakalan</em> menjadi pesaing Liga Super Indonesia (Indonesia Super League) dibawah naungan PSSI, mengatakan hampir 99,5% orang di Indonesia  ‘gila bola’.</p>
<p>Kalau pernyataan tersebut valid, artinya sepakbola Indonesia bisa menjadi potensi industri yang mampu mengangkat dan mengharumkan bangsa. Ya, lewat sepakbola kita bisa memperkuat nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan mendorong perekonomian, sosial budaya dan sebagainya.</p>
<p>Ya, hari ini kita kembali kepada realitas. Kembali harus bekerja keras memperkuat sepakbola nasional, reformasi PSSI. Selamat untuk Tim Garuda. Kita menang tapi belum juara.#</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 491px"><img class=" " src="http://farm6.static.flickr.com/5281/5304962701_1bcd0f64b5_z.jpg" alt="" width="481" height="321" /><p class="wp-caption-text">Arifin Panigoro Chariman LPI yang diluncurkan pada 22 Desember 2010 di Jakarta </p></div>
<h6><em>Sumber Foto: SuaraMerdeka.com</em></h6>
<pre><span style="text-decoration: underline;">Klub peserta LPI:</span></pre>
<pre>1. Aceh United, Banda Aceh – Pelatih : Lionel Charbonnier (Prancis)
2. Bali de Vata, Denpasar – Pelatih : Willy Scheepers (Belanda)
3. Bandung FC, Bandung – Pelatih : Nandar Iskandar
4. Batavia Union, Jakarta – Pelatih : Roberto Bianchi (Brasil)
5. Bogor Raya, Bogor – Pelatih : John Arwandy
6. Cendrawasih Papua, Papua – Pelatih : Uwe Erkebrecher (Jerman)
7. Jakarta 1928, Jakarta – Pelatih : Bambang Nurdiansyah.
8. Kabau Padang, Padang – Pelatih : Divaldo Alves (Portugal).
9. Ksatria XI Solo, Solo – Pelatih : Branko Babic (Serbia)
10. Makassar City, Makassar – Pelatih : Michael Feichtenbeiner (Jerman)
11. Manado United, Manado – Pelatih : Muhammad Al Hadad
12. Medan Bintang, Medan – Pelatih : Rene van Eck (Belanda)
13. Medan Chiefs, Medan – Pelatih : Jorg Steinbruner (Jerman)
14. Persebaya, Surabaya – Pelatih : Aji Santoso.
15. Persema, Malang – Pelatih : Timo Scheuneman (Jerman)
16. Persibo, Bojonegoro – Pelatih : Sartono Anwar.
17. Real Mataram, Yogyakarta – Pelatih : Jose Basualdo (Argentina).
18. Semarang United, Semarang – Pelatih : Edy Paryono
19. Tangerang Wolves, Tangerang – Pelatih : Paulo Camargo (Brasil).</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2010/12/30/bola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SBY Mau Tanggapi Skandal Asmara</title>
		<link>http://wayansudane.net/2010/09/08/sby-mau-tanggapi-skandal-asmara/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2010/09/08/sby-mau-tanggapi-skandal-asmara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 10:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sketsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[“Ada-ada saja pemimpin bangsa ini”, ujar Emon. “Ditengah kesibukan masyarakat yang sedang mudik untuk merayakan lebaran (Idul Fitri), ketegangan dengan Malaysia, sang Presiden kok malah mau menanggapi skandal asmara menteri-nya!” “Kabar dugaan skandal asmara beberapa menteri ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Ada-ada saja pemimpin bangsa ini”, ujar Emon. “Ditengah kesibukan masyarakat yang sedang mudik untuk merayakan lebaran (Idul Fitri), ketegangan dengan Malaysia, sang Presiden kok malah mau menanggapi skandal asmara menteri-nya!”</p>
<p>“Kabar dugaan skandal asmara beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II rupanya membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono gerah. Malam ini (8/9), Presiden akan memberikan keterangan menanggapi isu panas itu,” tambah Emon menerangkan.</p>
<p>“Tapi itu hak Bapak Presiden untuk menanggapi isu yang menerpa pembantunya, supaya tidak jadi gosip jalanan,” bantah Mone. “Apalagi, itu masih gosip yang belum tentu kebenarannya. Takutnya, nanti jadi bola panas seperti skandal Century. Jadi bagus juga segera memberi tanggapan,kan!”<span id="more-180"></span></p>
<p>“Substansinya tentu saja beda,” potong Emon. “Disaat seluruh rakyat menantikan ketegasan dari pernyataan Presiden, justru tak ada tanggapan, dan selalu terlambat. Contohnya saja tanggapan terhadap kasus Century, Malaysia, dsb. Atau jangan-jangan, Bapak mau menanggapi yang ada sensasinya saja?”</p>
<p>“Seperti ditulis media online, <a href="http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/09/08/808251/sby-tanggapi-skandal-seks-menteri-malam-ini/" target="_blank">‘SBY Tanggapi Skandal Seks Menteri Malam Ini’ </a>Juru bicara presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan, dugaan skandal asmara para menteri adalah salah satu isu yang paling banyak disorot publik. Usai berbuka puasa dan shalat Magrib, SBY akan memaparkan sikapnya terhadap hal itu,” ungkap Emon sembari menunjukan berita di laptopnya.</p>
<p>“Okelah kalau begitu! Kita lihat saja apa yang disampaikan Presiden malam nanti,” jawab Mone sembari membaca berita tersebut lebih lanjut. “Saya masih berharap Presiden bertindak cepat menanggapi berbagai permasalahan bangsa ini. Jujur saja, saya jadi tidak tegaan melihat Presiden dikritik rakyatnya, lebih-lebih dari TNI AU pun sudah menulis kritikan buat Bapak.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2010/09/08/sby-mau-tanggapi-skandal-asmara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lokasabha Peradah Sulteng</title>
		<link>http://wayansudane.net/2010/04/04/lokasabha-peradah-sulteng/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2010/04/04/lokasabha-peradah-sulteng/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 11:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Pemuda harapan bangsa, kata-kata itu sering didengungkan untuk memotivasi para pemuda. Bagaimana caranya? Cara untuk menjadi harapan bangsa adalah kreatifitas. Ya, di tengah tuntutan global, pemuda wajib memiliki kreatifitas yang kompetitif sehingga mampu melahirkan pemuda yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class=" alignleft" style="margin: 1px;" src="http://wayansudane.files.wordpress.com/2010/05/palu.jpg?w=150" alt="" width="150" height="99" /></p>
<p>Pemuda harapan bangsa, kata-kata itu sering didengungkan untuk  memotivasi para pemuda. Bagaimana caranya?<br />
Cara untuk menjadi harapan bangsa adalah kreatifitas. Ya, di tengah  tuntutan global, pemuda wajib memiliki kreatifitas yang kompetitif  sehingga mampu melahirkan pemuda yang mandiri.</p>
<p>Kemandirian pemuda akan mampu menjadikan bangsa yang memiliki  eksistensi. Hal ini sejalan dengan pemikiran tokoh panutan, MK Gandhi  yaitu swadesi. Melalui nilai inilah kemandirian bisa dibangun.</p>
<p>Hal ini menjadi semangat bagi pelaksanaan Lokasabha VI Peradah Indonesia Sulteng tanggal 02 &#8211; 03 April 2010 lalu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2010/04/04/lokasabha-peradah-sulteng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakem Peradah Sumsel</title>
		<link>http://wayansudane.net/2010/02/22/pakem-peradah-sumsel/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2010/02/22/pakem-peradah-sumsel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 11:46:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Kepemimpinan merupakan salah satu faktor utama dalam pekembangan suatu organisasi. DPP Sumatera Selatan sebagai salah satu organisasi kepemudaan Hindu di kota Palembang menyelenggarakan kegiatan pengembangan kepemimpinan (pakem) untuk para anggotanya agar dapat meningkatkan kemampuan dan menggali ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepemimpinan merupakan salah satu faktor utama dalam pekembangan suatu  organisasi. DPP Sumatera Selatan sebagai salah satu organisasi  kepemudaan Hindu di kota Palembang menyelenggarakan kegiatan  pengembangan kepemimpinan (pakem) untuk para anggotanya agar dapat  meningkatkan kemampuan dan menggali potensi leadership serta  meningkatkan rasa kebersamaan dalam berorganisasi yang dikemas dalam  bentuk kegiatan seminar, diskusi dan outbound. <span id="more-148"></span></p>
<p>Kegiatan yang yang dilaksanakan pada 20-21 Februari 2010 dan diikuti  oleh 52 peserta yang berasal dari 8 kabupaten dan kota di Sumatera  Selatan ini  pada hari pertama membahas mengenai konsep kepemimpinan  dalam Hindu, Peradah dan Kebangsaan, kepemimpinan dalam bisnis, dan  kepemimpinan dalam OKP Hindu. Sedangkan pada hari kedua membahas  mengenai konsep kepemimpinan melalui praktek langsung yang dikemas  melalui bentuk outbound. Acara tersebut dihadiri pula oleh Ketua  Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Komang Adi Setiawan dan  Wayan Sudane Ketua Departemen Organisasi dan Kaderisasi Peradah  Indonesia.</p>
<p>“Diharapkan dengan adanya kegiatan Pakem ini merupakan langkah awal  untuk kaderisasi di Sumatera Selatan, mengingat hal ini merupakan salah  stau faktor utama yang sangat strategis yang dapat dilaksanakan Peradah  Sumatera Selatan untuk melakukan pendekatan dengan kader-kader pemuda  potensial di Sumatera Selatan” jelas Komang Adi Ketuan Umum Peradah  Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2010/02/22/pakem-peradah-sumsel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

