wayan sudane

merangkai kata mencari makna

Archive for the ‘Omong-Kosong’


Dukung Mendukung

“Bulan ini begitu ramai oleh berbagai dukungan yang katanya untuk sebuah kemajuan,” ungkap Anto. “Bagaikan semut dan gula, ada yang perlu dukungan dan ada yang mau mendukung. Ya, dukung mendukung kini marak dilakukan oleh masyarakat menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli mendatang. Adalah sebuah fenomena yang biasa bagi masyarakat yang menjunjung tinggi demokrasi. Sebuah proses keterbukaan bagi masyarakat untuk menentukan pilihan.”

“Selama dukungan dilakukan dalam koridor etika dan menjunjung demokrasi, sah-sah saja,” sambut Amir serius. “Yang menjadi masalah adalah dukungan dilakukan dengan mengabaikan prinsip-prinsip dan etika sebagai bangsa yang beradab. Tidak menutup kemungkinan suasana penuh damai di alam demokrasi ini berubah menjadi persaingan yang tidak lagi menjunjung tinggi etika dan moral bangsa.” (more…)

Baca Bisnis atau Politik

Bulan ini media selalu dihiasi dengan berbagai berita terkait dengan politik. Ya politik kini menjadi isu yang sangat menarik  berbagai kalangan bahkan bagi masyarakat kecil sekalipun,” tutur Anto. “Isu politik begitu hangat karena adanya pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih anggota legislatif. Kemudian tak begitu lama disusul dengan pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Momen ini merupakan pekerjaan ekstra berat bagi elit dan penggiat politik di negeri ini.”

“Walaupun demikian, hiruk pikuk bisnis tak boleh dilupakan,” sambut Wati. “Geliat bisnis di tanah air juga harus terus diikuti apalagi bagi para usahawan dan para pekerja. Isu politik jangan sampai mengganggu pekerjaan dan rutinitas perekonomian. Serahkan saja politik kepada mereka yang haus akan kekuasaan dan mereka yang mengusung kalau tak mau dikatakan ‘menjual’ isu kesejahteraan masyarakat yang masih tergolong miskin!”

“Tak bisa begitu!”, bantah Anto. “Politik adalah proses untuk mensejahterakan masyarakat melalui kekuasaan dan kebijakan yang diberikan. “Sebagai warga negara, politik sudah menjadi proses dari sebuah sistem yang harus diikuti dan yang penting warga tidak boleh apatis terhadap politik. Bisnis akan lancar dan berjalan dengan baik bila stabilitas politik berjalan dengan baik pula. Jadi kedua hal ini saling terkait dan mendukung!” (more…)

Ormas Hindu, Semangatmu Redup!

“Tahun 2008 akan segera ditinggalkan. Kita akan memasuki tahun 2009, tahun dimana banyak orang menyebutnya sebagai tahun politik. Karena tahun ini akan diselenggarakan pesta demokrasi yaitu pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden. Tak heran dari sekarang sudah banyak organisasi-organisasi ataupun orang-orang mulai ramai membicarakan politik.” ujar Putu dipagi hari.

“Hal ini wajar karena eforia masyarakat akan terbawa oleh situasi dan hiruk pikuk ini. Masyarakat memulai acang-acang hingga gerak bawah tanah sudah dilakukan. Ada yang masih malu-malu, ada yang berambisi, ada yang pasang iklan dulu menghiasi televisi kita. Pokoknya banyaklah cara-cara yang digunakan untuk pencitraan ini. Mungkin politik pencitraannya sedang diperkuat dengan menampilkan sosok yang sebaik mungkin,” sambut Made.

“Tidak itu saja, yang lebih gencar lagi adalah ‘safari’. Sang kandidat gencar untuk road show ke daerah-daerah guna menggalang dukungan. Berbagai program pun dilakukan. Melihat momen ini sang incumbent pun mulai mencari strategi baru untuk mencitrakan keunggulan program dan pemerintahannya. Ini seru sekali. Belum lagi sang bakal calon presiden dari golongan independen gencar melakukan uji materi undang-undang presiden yang baru disahkan,” ujar Putu. (more…)

Pahlawan dan Hari-nya

Hari ini, 10 November adalah hari pahlawan. Namun sepertinya kita sudah tidak menghiraukan lagi makna dan semangat yang ada,” tutur Gojek kepada sohibnya, Jhon. “Tidak semua masyarakat tahu dan para elit kita juga sudah tidak lagi menyerukan semangat-semangat heroik untuk pembangunan bangsa dan negara,” tambah Gojek.

“Jiwa kepahlawanan para tokoh bangsa kini dirasakan melemah. Perilaku mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan masyarakat mencengkeram para tokoh panutan yang sepatutnya member teladan nilai kepahlawanan,” timpal Jhon sembari membaca Kompas, Senin 10 November. “Ini jelas bisa dilihat dari tokoh bangsa yang sangat sulit sekali untuk dijadikan panutran. Ada yang sudah layak menjadi panutan anak bangsa, koq malah berubah haluan sehingga tak layak lagi jadi panutan,” sambung Jhon.

“Kondisi dan realitas ini adalah cermin dari lunturnya semangat perjuangan kita bersama termasuk generasi hari ini!” sambut Gojek. “Kita gagal menjaga semangat pahlawan dalam berjuang menciptakan pembangunan karakter bangsa. Kita terjebak pada pragmatisme dan kekuasaan belaka. Akhirnya rakyat yang menjadi imbas dari semua kebijakan dan pergulatan bangsa ini.” (more…)

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes