wayan sudane

merangkai kata mencari makna

Archive for the ‘Omong-Kosong’


Ormas Hindu, Semangatmu Redup!

“Tahun 2008 akan segera ditinggalkan. Kita akan memasuki tahun 2009, tahun dimana banyak orang menyebutnya sebagai tahun politik. Karena tahun ini akan diselenggarakan pesta demokrasi yaitu pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden. Tak heran dari sekarang sudah banyak organisasi-organisasi ataupun orang-orang mulai ramai membicarakan politik.” ujar Putu dipagi hari.

“Hal ini wajar karena eforia masyarakat akan terbawa oleh situasi dan hiruk pikuk ini. Masyarakat memulai acang-acang hingga gerak bawah tanah sudah dilakukan. Ada yang masih malu-malu, ada yang berambisi, ada yang pasang iklan dulu menghiasi televisi kita. Pokoknya banyaklah cara-cara yang digunakan untuk pencitraan ini. Mungkin politik pencitraannya sedang diperkuat dengan menampilkan sosok yang sebaik mungkin,” sambut Made.

“Tidak itu saja, yang lebih gencar lagi adalah ‘safari’. Sang kandidat gencar untuk road show ke daerah-daerah guna menggalang dukungan. Berbagai program pun dilakukan. Melihat momen ini sang incumbent pun mulai mencari strategi baru untuk mencitrakan keunggulan program dan pemerintahannya. Ini seru sekali. Belum lagi sang bakal calon presiden dari golongan independen gencar melakukan uji materi undang-undang presiden yang baru disahkan,” ujar Putu.

“Ada yang menarik, berbagai partai memasang iklan untuk menggaet pemilih. Mulai dari jualan program sampai jualan citra diri atau sosok yang ditokohkan dipartai. Bahkan PKS – Partai Keadilan Sejahtera tidak tanggung-tanggung. Iklan PKS menampilkan tokoh-tokoh dan pahlawan bangsa yang akhirnya menuai banyak kritik karena menampilkan sosok NU dan Muhammadiyah, sampai Soeharto. Belum selesai kontroversi itu, PKS kembali menggelar award yang diberikan kepada tokoh-tokoh muda bangsa. Begitu juga partai lainnya seperti PDIP dan demokrat mulai menghiasi halaman-halaman surat kabar!” papar Made serius. (more…)

Pahlawan dan Hari-nya

Hari ini, 10 November adalah hari pahlawan. Namun sepertinya kita sudah tidak menghiraukan lagi makna dan semangat yang ada,” tutur Gojek kepada sohibnya, Jhon. “Tidak semua masyarakat tahu dan para elit kita juga sudah tidak lagi menyerukan semangat-semangat heroik untuk pembangunan bangsa dan negara,” tambah Gojek.

“Jiwa kepahlawanan para tokoh bangsa kini dirasakan melemah. Perilaku mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan masyarakat mencengkeram para tokoh panutan yang sepatutnya member teladan nilai kepahlawanan,” timpal Jhon sembari membaca Kompas, Senin 10 November. “Ini jelas bisa dilihat dari tokoh bangsa yang sangat sulit sekali untuk dijadikan panutran. Ada yang sudah layak menjadi panutan anak bangsa, koq malah berubah haluan sehingga tak layak lagi jadi panutan,” sambung Jhon.

“Kondisi dan realitas ini adalah cermin dari lunturnya semangat perjuangan kita bersama termasuk generasi hari ini!” sambut Gojek. “Kita gagal menjaga semangat pahlawan dalam berjuang menciptakan pembangunan karakter bangsa. Kita terjebak pada pragmatisme dan kekuasaan belaka. Akhirnya rakyat yang menjadi imbas dari semua kebijakan dan pergulatan bangsa ini.” (more…)