<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wayan sudane &#187; News</title>
	<atom:link href="http://wayansudane.net/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wayansudane.net</link>
	<description>merangkai kata mencari makna...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:23:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>ketik PERADAH kirim ke 5000</title>
		<link>http://wayansudane.net/2011/11/16/ketik-peradah-kirim-ke-5000/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2011/11/16/ketik-peradah-kirim-ke-5000/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 09:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Third Sector]]></category>
		<category><![CDATA[Peradah]]></category>
		<category><![CDATA[PMBN]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>
		<category><![CDATA[SMS Donasi]]></category>
		<category><![CDATA[XL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini (16/11) Peradah Indonesia kembali melakukan kerjasama kemitraan dalam mendukung program Pembiayaan Mitra Binaan Nusantara (PMBN). Kali ini, Peradah bekerjasama dengan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, PT. XL Axiata Tbk (XL) untuk meluncurkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini (16/11) Peradah Indonesia kembali melakukan kerjasama kemitraan dalam mendukung program Pembiayaan Mitra Binaan Nusantara (PMBN). Kali ini, Peradah bekerjasama dengan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, PT. XL Axiata Tbk (XL) untuk meluncurkan program SMS Donasi. Melalui program ini, masyarakat dapat menyalurkan donasi melalui ponsel dengan mengetikkan ‘PERADAH’ lalu kirim ke 2000 untuk donasi Rp 2000, atau kirim 5000 untuk donasi Rp 5000. Dengan mengirimkan SMS tersebut, para pengguna XL Prabayar dan Pascabayar telah berkontribusi terhadap keberlanjutan program PMBN sebagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.<br />
Program SMS Donasi ini merupakan periode kedua bagi XL. Sebelumnya, XL telah bekerjasama dengan beberapa lembaga antara lain World Wide Fund (WWF), UNICEF, ICT Watch, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), YCAB, PDS HB Jassin Koin Sastra, Dompet Dhuafa, PKPU, dan Yayasan Wakaf Center. Untuk periode kedua dimulai hari ini sampai dengan 15 Mei 2012 dengan penambahan mitra Peradah Indonesia, Pundi Amal SCTV, dan WVI.<br />
&#8220;Program ini sekaligus membuktikan SMS premium tidak selalu buruk tapi bisa bermanfaat luas bagi masyarakat banyak,&#8221; ucap Turina Farouk, VP Corporate Communicaton XL seperti dilansir detikinet.com. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2011/11/16/ketik-peradah-kirim-ke-5000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peradah Juara 3 OKP Berprestasi</title>
		<link>http://wayansudane.net/2011/11/15/peradah-juara-3-okp-berprestasi/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2011/11/15/peradah-juara-3-okp-berprestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 08:22:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[OKP]]></category>
		<category><![CDATA[Peradah]]></category>
		<category><![CDATA[Program Ekonomi Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Melalui proses dan seleksi yang ketat, akhirnya Peradah Indonesia berhasil meraih juara 3 Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi Nasional tahun 2011 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Penilaian dilakukan sejak Agustus 2011 lalu berdasarkan aspek kelembagaan OKP, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melalui proses dan seleksi yang ketat, akhirnya Peradah Indonesia berhasil meraih juara 3 Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi Nasional tahun 2011 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Penilaian dilakukan sejak Agustus 2011 lalu berdasarkan  aspek kelembagaan OKP, dan aplikasi program kerja yang mendukung pencapaian target MDGs. </p>
<p>Seleksi dimulai dari kelengkapan isian dokumen, survey lapangan yang dilakukan di Pringsewu, Lampung bersama DPK Peradah Pringsewu dan DPP Peradah Lampung pada 24 September 2011. Selanjutnya dilakukan survey sekaligus kunjungan ke kantor DPN Peradah di kawasan Tebet, Jakarta Selatan tanggal 07 Oktober 2011. Adapun program Peradah yang mendukung pencapaian target MDGs adalah program Pembiayaan Mitra Binaan Nusantara (PMBN) dibawah supervisi Koperasi Sinergi Nusantara (KSN). </p>
<p>Terakhir, setelah melalui tahapan tersebut, Peradah masuk dalam finalis bersama IPM, dan BEM Kedokteran Universitas Brawijaya. Ketiga finalis melakukan presentasi program akhir pada tanggal 09 November 2011 di Hotel Pita Giri, Jakarta Barat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2011/11/15/peradah-juara-3-okp-berprestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>T-Shirt Kreatif</title>
		<link>http://wayansudane.net/2011/03/09/t-shirt-kreatif/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2011/03/09/t-shirt-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 05:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[produk kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>
		<category><![CDATA[t-shirt hindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melakukan setup tours n travel, program PMBN; kini Unit Jasa dan Badan Usaha KSN kembali melakukan lompatan kreatifitas melalui produk clothing &#38; accessories &#8220;kesuna&#8221;. Kesuna adalah kata yg dipilih untuk usaha pakaian dan aksesoris karya kreatif ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melakukan <em>setup</em> tours n travel, program PMBN; kini Unit Jasa dan Badan Usaha KSN kembali melakukan lompatan kreatifitas melalui produk clothing &amp; accessories &#8220;kesuna&#8221;.</p>
<p>Kesuna adalah kata yg dipilih untuk usaha pakaian dan aksesoris karya kreatif dan energik.</p>
<p>Saat ini telah tersedia empat desain dengan enam varian warna. Begitu juga ukuran dimulai dari S,M,L, XL, XXL (cewek/ cowok).</p>
<p>Empat desain pertama;<br />
AMUSTI KARANA; pasti kebayangkan, nah, sikap amusti karana akan tertuang dg indah dalam t-shirt layaknya sikap Amusti Karana.</p>
<p>N.Y.E.P.I; ingat catur brata penyepian..<br />
Catur brata tersebut tervisualisasikan dalam gambar. Melengkapi catur brata kita saat nyepi.</p>
<p>MANY PATHS, ONE GOAL; Tuhan tidak membedakan jalan menuju-Nya.</p>
<p>PANDANGAN SAHABAT; perdamaian diawali sebuah pandangan sahabat.</p>
<p>Info dan desain, silakan klik <a href="http://kesuna.blogspot.com/" target="_blank">http://kesuna.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2011/03/09/t-shirt-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemandirian Pemuda</title>
		<link>http://wayansudane.net/2010/10/28/kemandirian-pemuda/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2010/10/28/kemandirian-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 00:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Third Sector]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/2010/10/28/kemandirian-pemuda/</guid>
		<description><![CDATA[Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 menjadi pengikat bagi kelanjutan perjuangan mencapai kemerdekaan pada tahun 1945. Para pemuda meneguhkan hati untuk memperkokoh bangunan berbangsa dan bernegara dengan bertumpah darah, berbangsa, dan berbahasa yang satu. Kekuatan dari kebulatan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 menjadi pengikat bagi kelanjutan<br />
perjuangan mencapai kemerdekaan pada tahun 1945. Para pemuda<br />
meneguhkan hati untuk memperkokoh bangunan berbangsa dan bernegara<br />
dengan bertumpah darah, berbangsa, dan berbahasa yang satu. Kekuatan<br />
dari kebulatan tekad pemuda kala itu menjadi inspirasi sekaligus<br />
pemersatu pembangunan kaum muda hari ini.</p>
<p>Kebulatan tekad pemuda 82 tahun yang lalu tersebut terus menginspirasi<br />
gerakan kaum muda dalam merajut bangunan berbangsa dan bernegara yang<br />
telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.  Kemerdekaan bangsa<br />
Indonesia yang telah dicapai tentu saja tidak bisa dilepaskan begitu<br />
saja dari peran kaum muda sebagai pencetus sekaligus pewaris bangsa<br />
Indonesia.<br />
<span id="more-214"></span></p>
<p>Perjuangan para pemuda tidak hanya berhenti setelah mencapai cita-cita<br />
kemerdekaan. Pergulatan dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaaan<br />
menjadi dinamika tersendiri bagi ranah perjuangan para pemuda<br />
Indonesia. Tuntutan dan pesan luhur bagi pemuda akan terus memiliki<br />
nilai keberlanjutan dari masa ke masa dengan tantangan dan dinamikanya<br />
tersendiri.</p>
<p>Setiap jaman melahirkan generasi muda  yang berbeda-beda. Kaum muda<br />
kemudian dihadapkan pada pilihan-pilihan dan salah satunya adalah<br />
kekuasaan. Tidak sedikit kaum muda yang kemudian masuk dalam ranah<br />
kekuasaan yang pada akhirnya bergelut dengan berbagai kepentingan<br />
kekuasaan dan politik. Berbagai generasi akhirnya terjebak kepada pola<br />
kerja dan tuntutan kekuasaan sehingga tidak jarang terjadi benturan idealisme dan kepentingan.</p>
<p>Idealisme Pemuda<br />
Idealisme pemuda seharusnya mampu membawa bangsa ini menuju perbaikan<br />
dan kemajuan dalam berbagai sektor kehidupan.   Lingkaran kekuasaan<br />
baik eksekuif, legislatif, dan yudikatif terlalu  banyak membawa<br />
kepentingan sehingga terus menggerogoti idealisme dan melunturkan<br />
karakter kaum muda.</p>
<p>Tidak saja di lingkaran kekuasaan, kaum muda yang kemudian memilih<br />
jalur-jalur profesional pun tergerus oleh kompetisi global yang<br />
semakin menghimpit berbagai sektor-sektor kehidupan. Dan perjuangan<br />
kaum muda pun perlu merevitalisasi pola pembangunan karakter untuk<br />
menghadapi persaingan tersebut.</p>
<p>Lunturnya idealisme dan karakter kaum muda tersebut bisa saja karena<br />
tidak dipersiapkannya kompetensi sebagai bekal kaum muda dalam<br />
menghadapi persaingan global. Kompetensi yang sedikit kemudian<br />
melunturkan karakter kaum muda yang berimbas pada daya juang dan<br />
semangat kaum muda secara umum.</p>
<p>Kemandirian Ekonomi<br />
Lunturnya idealisme kaum muda dalam perjuangan tidak bisa lepas dari<br />
benturan kebutuhan ekonomi. Di tengah kompetisi global, kaum muda<br />
tidak cukup hanya berbekal idealisme semata. Idealisme perlu dibarengi<br />
dengan kemandirian sehingga mampu menciptakan kaum muda yang berdikari<br />
secara ekonomi.</p>
<p>Tuntutan kemandirian secara ekonomi, bagi penulis, perlu dilakukan<br />
oleh kaum muda hari ini untuk meneruskan kebulatan tekad perjuangan<br />
mencapai kemerdekaan yang telah dilakukan oleh para pemuda 82 tahun<br />
lalu. Konteks hari ini telah menuntut adanya kekuatan ekonomi yang<br />
harus dimiliki untuk meneruskan cita-cita sehingga kemandiran bangsa<br />
terus dapat dijaga.</p>
<p>Soekarno, Presiden pertama RI menyampaikan tiga hal yang perlu<br />
dilakukan untuk mencapai bangsa yang mandiri. Ketiga hal tersebut<br />
kemudian dikenal dengan trisakti;  (1) berdaulat secara politik, (2)<br />
berdikari secara ekonomi, (3) berkepribadian secara sosial budaya.<br />
Soekarno menekankan ketiga hal tersebut sebagai bagian yang saling<br />
terkait untuk mencapai kemandirian bangsa.</p>
<p>Kaum muda sudah seharusnya merenungkan makna dari trisakti tersebut sebagai inspirasi untuk mampu membangun kekuatan ekonomi, politik, dan<br />
sosial budaya sebagai karakater kaum muda yang tidak tergoyahkan.<br />
Berdikari secara ekonomi, bagi penulis dalam konteks hari ini<br />
merupakan kekuatan untuk mampu mencapai kedaulatan politik, dan<br />
kepribadian sosial budaya.</p>
<p>Dengan berdikari secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan<br />
memiliki kepribadian secara sosial budaya, idealisme kaum muda tidak<br />
akan mampu ‘dibeli’ dengan berbagai kepentingan. 82 tahun sumpah<br />
pemuda merupakan refleksi bagi bangsa Indonesia khususnya kaum muda<br />
untuk terus merevitalisasi nilai-nilai sumpah pemuda guna membangun<br />
kaum muda yang berkarakter.</p>
<p>Sudah saatnya kaum muda terbangun dari romantisme masa lalu dan<br />
bangkit dalam realitas hari ini; memperkuat karakter dan membangun<br />
kompetensi. Hal inilah  yang akan mampu mengantarkan kehidupan mandiri<br />
dalam negara demokrasi yang berdasarkan hukum dan berkeadilan sosial.<br />
#</p>
<p>posted with WordPress for mobile</p>
<p><a href="http://wayansudane.net/wp-content/uploads/2010/10/indonesiabersatu.jpg"><img class="alignnone size-full" title="indonesiabersatu.jpg" src="http://wayansudane.net/wp-content/uploads/2010/10/indonesiabersatu.jpg" alt="" width="293" height="293" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2010/10/28/kemandirian-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Agropolitan</title>
		<link>http://wayansudane.net/2010/10/26/kota-agropolitan/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2010/10/26/kota-agropolitan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 11:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Third Sector]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Gorontalo merupakan provinsi baru yang dibentuk pada tahun 2000. Meski tergolong provinsi baru, kota yang semula masuk bagian dari Sulawesi Utara ini begitu cepat melesit khususnya dibidang pertanian dengan produk jagung-nya. Hal ini tidak lepas dari ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gorontalo merupakan provinsi baru yang dibentuk pada tahun 2000. Meski tergolong provinsi baru, kota yang semula masuk bagian dari Sulawesi Utara ini begitu cepat melesit khususnya dibidang pertanian dengan produk jagung-nya.</p>
<p>Hal ini tidak lepas dari kepemimpinan kepemimpinan Fadel Muhammad sejak 2001. Kesuksesan Fadel Muhammad dalam memanfaatkan potensi daerah khususnya pertanian, memang patut diancungi jempol terlepas masih banyaknya kelemahan disisi pembangunan lainnya.<span id="more-222"></span></p>
<p>Potensi daerah tersebut pun menginspirasi masyarakat khususnya umat Hindu untuk terus berpacu meningkatkan kualitas dan taraf kehidupan. Umat Hindu yang mayoritas berada di kantong-kantong transmigrasi (sekitar 4-5 jam dari kota Gorontalo) pun memiliki daya juang yang tinggi.</p>
<p>Tentu saja hal ini menginspirasi kaum muda untuk menghimpun dan menata kehidupan sosial yang lebih baik lagi. Para pemuda Hindu di Gorontalo pun kini telah kembali besinergi untuk tumbuh menjadi sebuah komunitas pemuda yang solid. Melalui terbentuknya kembali Perhimpunan Pemuda Hindu Gorontalo pada 25  September 2010 dan dilantik pada 22 Oktober 2010 oleh penulis mewakili DPN <a href="http://www.peradah.org" target="_blank">Peradah</a> Indonesia, pemuda-pemuda Hindu Gorontalo siap memberikan dharma dan bhaktinya kepada masyarakat, serta mengambil peran mereka sebagai pemuda yang merupakan bagian dari komponen bangsa.</p>
<p><em>Ya, masih banyak potensi yang bisa dikembangkan di kota agropolitan tersebut.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><em> </em><em><img class=" " src="http://www.peradah.org/images/berita/255-large.jpg" alt="Pura Girinatha Gorontalo" width="500" height="374" /></em><p class="wp-caption-text">Persembahyangan saat piodalan yang pertama di Pura Girinatha Gorontalo, sebelum pelantikan pengurus Peradah Gorontalo</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2010/10/26/kota-agropolitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etika Publik dan SMI</title>
		<link>http://wayansudane.net/2010/10/05/etika-publik-dan-smi/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2010/10/05/etika-publik-dan-smi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 03:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Third Sector]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[“Pada akhirnya keadaan harus disimpulkan: Indonesia sedang menuju ke arah politik yang berbahaya. Kemajemukan kita berangsur hilang. Sebaliknya, pikiran-pikiran konservatif sudah menguasai ruang-ruang publik.” Itulah isi awal halaman pembuka dari situs www.srimulyani.net yang diluncurkan akhir September ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Pada akhirnya keadaan harus disimpulkan: Indonesia sedang menuju ke arah politik yang berbahaya. Kemajemukan kita berangsur hilang. Sebaliknya, pikiran-pikiran konservatif sudah menguasai ruang-ruang publik.”</em></p>
<p><strong>I</strong>tulah isi awal halaman pembuka dari situs www.srimulyani.net yang diluncurkan akhir September lalu (30/9) di Jakarta. Situs tersebut dipelopori Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) dan beberapa tokoh nasional seperti Rahman Tolleng, Bagus Takwin, Rocky Gerung, Rosiana Silalahi, Wimar Witoelar, dan Todung Mulya Lubis.  Kehadiran situs yang mengkampanyekan etika publik itu menimbulkan banyak pertanyaan khususnya tentang sosok yang menjadi daya tariknya, yaitu <em>Sri Mulyani Indrawati (SMI) mantan Menteri Keuangan yang kini menjabat Managing Director Bank Dunia.<span id="more-187"></span></em></p>
<p>Situs tersebut seolah menandakan kembalinya SMI di tanah air setelah kepergiannya ke Bank Dunia sebagai ‘pesakitan’ akibat permasalahan yang membelitnya bersama Boediono Wakil Presiden dalam kasus Bank Century. Walaupun situs tersebut tidak terkait secara langsung terhadap pribadi SMI, namun publik dan pencitraan yang dibangun situs tersebut tidak bisa dilepaskan dari sosok SMI.</p>
<p>Mengusung etika publik sebagai ide dari pemikiran-pemikiran yang akan dihadirkan dalam situs tersebut tentu saja mempertajam positioning SMI di mata masyarakat Indonesia khususnya di ranah politik yang telah ‘mengorbankan’ dirinya. Situs tersebut saja membawa pesan khusus sebagaimana ditulis dalam halaman pembukanya.</p>
<p>Mengawali dengan pernyataan “Indonesia sedang menuju ke arah politik yang berbahaya.” Kalimat tersebut bisa saja memberikan isyarat bahwa SMI merupakan ‘korban’ dari  keragu-raguan kepemimpinan politik. Proses politik tersebut kemudian ‘memaksa’ SMI untuk meninggalkan tanah air.</p>
<p>Sebelum bertugas di Bank Dunia, SMI sempat memberikan Kuliah Umum dengan tema Kebijakan Publik dan Etika Publik (18/5) yang diselenggarakan oleh P2D. Pemikiran SMI tentang etika publik kemudian menjadi pembicaraan yang  menjelma   dan terwadahi dalam situs srimulyani.net tersebut.</p>
<p>Penekanan dalam pengantar situs tersebut menguatkan pemikiran SMI dan etika publik. Dalam situs tersebut dinyatakan bahwa “etika publik adalah tatakrama sebuah Republik. Ia tidak memerlukan pengaturan oleh hukum. Etika Publik adalah energi yang mengaktifkan warga negara bekerja memelihara kesetaraan politik, menghormati kemajemukan individu, dan mengutamakan keadilan sosial.”</p>
<p>Apa yang dinyatakan dalam sebuah pemikiran tentang etika publik tersebut tentu relevan dengan permasalahan bangsa Indonesia saat ini. Ditengah turunnya solidaritas warga negara yang dapat dilihat peristiwa-peristiwa seperti tawuran antarwarga, kekerasan mengatasnamakan agama bahkan etnis, etika publik perlu mendapat perhatian serius khususnya bagi penyelenggara negara ini.</p>
<p>Selain ditujukan bagi warga negara, etika publik pun pantas ditujukan bagi para penyelenggara dan pemimpin bangsa ini. Situs tersebut seolah mengingatkan kita bahwa pengelolaan negara ini telah bergeser dan menjauh dari etika publik.</p>
<p>Praktek korupsi di berbagai institusi misalnya. Kondisi ini telah menyita pemikiran para penyelenggara negara bahkan menjadi komoditas politik dalam tawar menawar kepentingan. Hasilnya, kepentingan masyarakat pun tidak mendapat porsi yang layak bahkan solusi komprehensif dari penyelenggara negara pun sulit ditemukan.</p>
<p>Para penyelenggara negara baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif terlalu sibuk mengurusi permasalahan yang sarat dengan kepentingan politik. Hal ini terjadi karena tidak adanya etika publik dalam menyelenggarakan tata kelola pemerintahan. Penulis berkeyakinan, penyelenggaraan negara  inilah kemudian yang berusaha ‘dikritisi’ dalam situs tersebut. Sekaligus mengkampanyekan pemikiran etika publik beserta sosok SMI.</p>
<p><strong>Capres 2014</strong></p>
<p>Hadirnya slogan  <em>I’ll be back</em> menimbulkan banyak persepsi di kalangan para pengamat dan masyarakat. Banyak kalangan kemudian mempersepsikan hadirnya situs srimulyani.net merupakan langkah awal untuk melanggengkan langkah SMI menuju RI-1 pada 2014 mendatang.</p>
<p>Persepsi tersebut sangat memungkinkan mengingat kapasitas SMI tidak diragukan lagi. Memperkuat pencitraan melalui kampanye etika publik pun bisa dilakukan sebagai upaya pendidikan politik kepada masyarakat.</p>
<p>Slogan <em>I’ll be back</em> sekaligus pesan bahwa suatu saat SMI akan kembali, dalam konteks ini tentu saja dalam perpolitikan nasional sebagai penyelenggara negara. Kendati saat peluncuran situs srimulyani.net ditegaskan bahwa situs tersebut bukan milik SMI secara pribadi, namun situs itu justru menarik karena membawa sosok SMI dengan etika publiknya.</p>
<p>Dengan demikian persepsi pencapresan SMI pada 2014 pun tidak bisa dielakan dari pandangan publik khususnya di ranah politik apalagi lawan politik SMI. Dan pencitraan SMI pun kini dimulai.. <em>kita bisa lihat seperti apa progressnya.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2010/10/05/etika-publik-dan-smi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

