wayan sudane

merangkai kata mencari makna

Archive for the ‘Artikel’


Kebangkitan yang Belum Bangkit

Sejak reformasi tahun 1998, kondisi bangsa dan negara Indonesia memberikan harapan baru. Masyarakat mulai membuka berbagai kran-kran demokrasi, ekonomi, politik, sosial, budaya dengan bebas tanpa adanya kekangan. Hal ini dapat dimaklumi lantaran rezim sebelumnya tidak memberikan kesempatan untuk melakukan ekspresi dan aktualisasi baik dalam politik, ekonomi maupun budaya.

Upaya reformasi disegala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut tentu saja ada sebuah landasan semangat. Rasa nasionalisme dan kecintaan kepada tanah air tumbuh dari berbagai tantangan baik dari penjajahan maupun dari segi politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya yang terus memberikan tekanan kepada masyarakat.

Dibidang ekonomi tekanan dan nasionalisme itu tumbuh dari berbagai kenyataan bahwa sebagian dan hampir aset ekonomi vital bangsa dikuasai oleh asing. Berbagai upaya penghentian eksploitasi ekonomi asing pun dilakukan. Harus diakui bahwa fenomena ini cenderung mempengaruhi aspek kehidupan lainnya. Misalnya saja kebijakan harga, kebutuhan pangan yang berpengaruh pada budaya masyarakat dan sebagainya.

Apatisme masyarakat yang mengarah pada perubahan budaya juga menjadi semangat dalam penguatan nasionalisme. Reaksi ini bisa kita lihat dari adanya pengakuan-pengakuan oleh negara lainnya akan budaya dan nilai-nilai sejarah bangsa. Adanya kejadian ini juga menyulut berbagai elemen untuk membangkitkan semangat kecintaan kepada budaya Indonesia. Berbagai kalangan siap turun untuk membela Indonesia bahkan menuntut pemerintah untuk bersikap tegas. (more…)

Menarik Investor Melalui E-Government

Lampung sebagai gerbang Sumatera memiliki potensi pembangunan yang luar biasa. Baik dari segi ekonomi, wisata, budaya dan keanekaragaman sumber daya lainnya.  Daerah ini berpotensi besar untuk mengembangkan potensi masyarakat dengan lalu lintas yang padat. Potensi ini didukung dengan dekatnya daerah ini menuju ibu kota negara sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis. Lampung bisa menjadi daerah potensi untuk mengembangkan investasi bagi investor.

Untuk mencapainya tentu membutuhkan sarana promosi dan pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat. Kebijakan pembangunan pun harus diarahkan pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga. Sebagaimana disampaikan Sjachroedin ZP, Gubernur Lampung bahwa tiga tahun lalu Lampung disebut-sebut sebagai provinsi termiskin ke-3 secara nasional namun selama dua tahun kepemimpinannya Lampung berhasil menempatkan Lampung pada urutan ke-8 (Rakyat Merdeka, 17/3).

Peningkatan ini memang terus harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lainnya. Pemberdayaan perekonomian dengan menarik investor adalah salah satu cara yang bisa dilakukan daerah untuk meningkatkan perekonomian warga.  Disatu sisi daya tarik bagi investor adalah keamanan daerah dan kebijakan pemerintah yang pro investasi. (more…)

Nyepi, Saatnya Mawas Diri

Umat Hindu esok akan merayakan hari raya Nyepi tahun baru saka 1930. Dalam perayaan itu tidak  digelar dengan kemeriahan. Sebaliknya pada saat Nyepi itu, umat Hindu melakukan tapa brata untuk melakukan interopeksi diri. Pada hari itu umat Hindu melakukan amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak mencari hiburan). Baru setelah itu umat Hindu melakukan silakrama yang dikenal dengan Dharma Santi.

Keempat brata penyepian itu dilaksanakan sebagai proses mawas diri untuk meningkatkan kualitas kehidupan ini. Umat Hindu akan  berbuat untuk terus menjalankan kehidupan dengan mengacu pada perbuatan, perkatan, dan pikiran yang baik. Hal ini juga dikuatkan dengan ajaran karma phala. Dimana setiap tindakan akan memberikan hasil sesuai tindakannya atau hukum sebab akibat. (more…)

Banyak Jalan Menuju Tuhan

Hidup dalam masyarakat yang beragama memang memiliki sebuah dinamika tersendiri. Pasalnya didalam keanekaragaman tersebut akan tercipta dua sisi yang berbeda. Disatu sisi dapat menimbulkan hubungan yang positif sehingga terjadi kedamaian. Disisi lain dapat menimbulkan perpecahan ataupun yang ditandai dengan berbagai tindakan yang tidak sehat sehingga menimbulkan perpecahan.

Sejatinya agama untuk memberikan tuntunan kepada umatnya dalam mencapai kebahagian.  Bila hal ini sudah dilakukan harapannya adalah kedamaian. Tidak saja antara umat yang seiman namun bagi seluruh umat manusia. Keharmonisan hubungan dengan alam sekitar, dan keimanan dalam hubungan dengan Tuhan.
(more…)

Mengenang Ajaran Gandhi

Ditengah banyaknya perlawanan terhadap junta militer Myanmar yang dilakukan para Biksu Budha mengingatkan kita pada perlawanan tokoh anti kekerasan, Mahatma Gandhi di India. Biksu sebagai pemegang otoritas moral  turut turun kejalan memperjuangkan kebenaran. Hal ini tidak jauh berbeda seperti yang dilakukan Gandhi dengan prinsip anti kekerasan. Dengan nama lengkap Mohandas Karamchad Gandhi, pria ini lahir 2 Oktober 1869 di Porbandar, sekarang Gujarat diselah barat India.

Gandhi dengan ajaran anti kekerasan (ahimsa) yang dilakukan untuk kemerdekaan India telah memberi inspirasi kepada seluruh dunia. Dengan ajaran-ajarannya tersebut, hidup sederhana pun ia jalani. Dengan ahimsa  perlawanannya cukup memberikan kekuatan kepada rakyat untuk turut serta melawan kekerasan. Ahimsa adalah perjuangan dengan kekuatan cinta dan kasih sayang. Perjuangan untuk tidak menyakiti baik fisik maupun pikiran sehingga ahimsa bukan semata-mata menyakiti secara fisik. Melainkan perjuangan untuk melawan suatu ketidakbenaran dengan energi yang positif.
(more…)