<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wayan sudane &#187; Manajamen</title>
	<atom:link href="http://wayansudane.net/category/artikel/manajemen-bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wayansudane.net</link>
	<description>merangkai kata mencari makna...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:23:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>MDGs dan Upaya Pencapaiannya</title>
		<link>http://wayansudane.net/2011/11/11/mdgs-dan-upaya-pencapaiannya/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2011/11/11/mdgs-dan-upaya-pencapaiannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 04:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor in chief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Manajamen]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[MDGs]]></category>
		<category><![CDATA[MP3EI]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Sasaran Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDGs) menjadi perhatian dari setiap negara untuk mencapai target yang telah ditetapkan. MDGs menetapkan delapan butir tujuan yang disepakati oleh kepala negara dan perwakilan dari 189 negara yang dimulai ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sasaran Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDGs) menjadi perhatian dari setiap negara untuk mencapai target yang telah ditetapkan. MDGs menetapkan delapan butir tujuan yang disepakati oleh kepala negara dan perwakilan dari 189 negara yang dimulai September 2000 lalu. Butir-butir kepakatan tersebut antara lain:<br />
    Tujuan ke-1: Mengentaskan Kemiskinan dan Kelaparan<br />
    Tujuan ke-2: Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua<br />
    Tujuan ke-3: Mendukung Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan<br />
    Tujuan ke-4: Mengurangi Tingkat Kematian Anak<br />
    Tujuan ke-5: Meningkatkan Kesehatan Ibu<br />
    Tujuan ke-6: Memerangi HIV/AIDS dan Penyakit Menular Lainnya<br />
    Tujuan ke-7: Memastikan Kelestarian Lingkungan<br />
    Tujuan ke-8: Mengembangkan Kemitraan dalam Pembangunan</p>
<p>Indonesia pun telah menetapkan beberapa indikator dan target capaian untuk mensukseskan MDGs tersebut. Salah satu isu yang masih terus dihadapi adalah kemiskinan masyarakat Indonesia ditengah pembangunan yang gencar dilakukan. Berdasarkan garis kemiskinan nasional, pada tahun 1990 kemiskinan 15,1 persen (27,2 juta orang miskin), pada 2008, angka kemiskinan nasional adalah 15,4%, atau terdapat hampir 35 juta penduduk<br />
miskin. Selanjutnya pada tahun 2009 kemiskinan 14,15 persen (32,5 juta orang miskin), sementara tahun 2010 ada sekitar 31,7 juta orang miskin atau 13,33 persen (Kompas, 20 September 2010). </p>
<p>Bila dilihat ambang batas tersebut, sampai 2010, kemiskinan turun tidak lebih dari 1 persen. Pencapaian tersebut tidak begitu signifikan kendati mengalami trend penurunan. Hal ini belum cukup membuat kita optimis bila target yang hendak dicapai pada tahun 2015 (empat tahun kedepan) telah dipatok pada angka 7,5 persen berdasarkan setengah dari angka kemiskinan tahun 1990 yaitu 15,1 persen. </p>
<p>Menurut data BPS per Maret 2011, jumlah orang miskin sebesar 30,02 juta orang (12,49 persen). Bila dibandingkan dengan capaian tahun 2010 yaitu sebesar 13,33 persen, maka terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 1 juta orang. Harapannya, setiap tahun terjadi penurunan bukan sebatas angka-angka fantantis yang disajikan, namun implementasi di daerah-daerah dan pembangunan nyata sektor riil di masyarakat.</p>
<p>Target 2015 untuk mencapai 7,5 persen orang miskin atau bahkan mencapai masyarakat yang sejahtera tentu bukan perkara mudah. Pemerintah Indonesia pun telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mempercepat proses pembangunan. Salah satu upaya tersebut dapat dilihat dalam  program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diluncurkan pada Mei 2011 lalu. </p>
<p>MP3EI dikembangkan melalui delapan program utama, antara lain: pertanian, pertambangan, energi, industri, kelautan, pariwisata, dan telematika, serta pengembangan kawasan strategis. Kedelapan program tersebut terdiri dari 22 kegiatan ekonomi utama. Lantas, apakah melalui program yang direncanakan mampu mengundang investasi senilai Rp 4.000 triliun tersebut mampu bersinergi untuk mengentaskan atau minimal menurukan kemiskinan sebagaimana target MDGs di Indonesia? </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2011/11/11/mdgs-dan-upaya-pencapaiannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susahkah Memulai Bisnis ?</title>
		<link>http://wayansudane.net/2008/10/15/susahkan-memulai-bisnis/</link>
		<comments>http://wayansudane.net/2008/10/15/susahkan-memulai-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 11:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan sudane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Manajamen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayansudane.net/2008/10/15/susahkan-memulai-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[Memulai bisnis memang susah. Pasalnya membutuhkan mental yang kuat, belum lagi ada pengalaman dan sejuta pikiran lainnya. Butuh uang, bisa jadi. Saatnya mulia sekarang, mungkin juga ini terlintas dipikiran.  Apa yang kita pikirkan sekarang pastinya berbeda ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memulai</strong> bisnis memang susah. Pasalnya membutuhkan mental yang kuat, belum lagi ada pengalaman dan sejuta pikiran lainnya. Butuh uang, bisa jadi. Saatnya mulia sekarang, mungkin juga ini terlintas dipikiran.  Apa yang kita pikirkan sekarang pastinya berbeda dengan yang kita pikirkan tahun lalu ataupun tahun depan. Nah, seperti yang ada dibuku-buku maupun yang disampaikan para motivator bisnis, ada beberapa tips untuk memulai suatu bisnis:</p>
<p><strong>Kerjakan Sesuai Kemampuan</strong><br />
Mengerjakan sesuatu diluar kemampuan tentu hasilnya tak maksimal. Untuk itu kita harus bisa mengukur kemampuan diri sendiri. Lantas bentuk bisnisnya apa yang cocok untuk kita, apakah offline atau online. Begitu juga dengan perencanaan dan penelitiannya, pengembangan, pemasaran dan sebagainya akan mengeluarkan banyak biaya. Untuk itu perlu adanya ukuran kemampuan diri sendiri sebelum jauh melangkah memulai suatu bisnis.  <span id="more-76"></span><strong>Pro Bisnis</strong><br />
Untuk memulai bisnis, tentu kita harus membiasakan memiliki talenta bisnis.  Akan susah bisa kita belum terbiasa dengan gaya pebisnis. Tentu ini dapat dipelajari sembari mempersiapkan rencana-rencana bisnis.</p>
<p><strong>Pemimpi</strong><br />
Tak salah bila kita menjadi pemimpi. Pasalnya kebanyakan orang sukses juga memulainya dari impian. Karena dari sana pasti akan muncul ide-ide kreatif untuk memulai entrepreneur.</p>
<p><strong>Realistis</strong><br />
Ya, kita harus realistis untuk memulai suatu bisnis. Jangan melebihi kemampuan diri baik pengalaman maupun dana. Pelan-pelan akan tercapai dengan pengalaman dan kemampuan manajerial bisnis yang ada.</p>
<p><em><strong>Go for It</strong></em><br />
Nah ini yang paling penting. Sejuta rencana tanpa dikerjakan akan percuma. Segala analisis dilakukan tanpa adanya uji coba akan sia-sia. Untuk itu harus segera dimulai.</p>
<p>Tampaknya memang membutuhkan mental dan strategi untuk memulai bisnis ya, bagaimana menurut Anda….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayansudane.net/2008/10/15/susahkan-memulai-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

