Bola

Written by  //  30 December, 2010  //  Catatan Lepas  //  1 Comment // Visited 2101 times, 1 so far today

t1larg1-430x320

Desember ini masyarakat Indonesia mengalami euforia sepakbola. Pertandingan sepakbola antarnegara di kawasan ASEAN ini juga menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Kemeriahan dukungan masyarakat ini juga didukung dengan munculnya elit-elit negara, partai politik yang turut mendukung Tim Merah Putih.

Namun, kemunculan elit-elit partai politik tersebut justru menjadi blunder pasca kekalahan Timnas melawan Malaysia (0-3) ketika bertandang ke kandang Harimau Malaya tersebut di Bukit Jalil, Malaysia.

Banyak kalangan menilai kinerja PSSI didominasi kepentingan politik sehingga fokus untuk memperkuat kinerja sepakbola menjadi pudar. Kondisi ini diperkuat juga dengan tuntutan masyarakat terhadap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk mengundurkan diri. Ya, reformasi PSSI menjadi tuntutan masyarakat.

Tuntutan ini menjadi akumulasi dari kejengahan dan kerinduan masyarakat akan sepakbola. Masyarakat berharap besar bangsa ini mencapai puncak prestasi dalam sepakbola. Akumulasi ini bisa saja benar kalau kita perhatikan masyarakat di Jakarta misalnya, yang begitu antusiasnya menyaksikan pertandingan Piala AFF 2010 kemarin.

Tidak itu saja, ketika pertandingan, di microblogging twitter pun komentar berseliweran silih berganti memberikan dukungan kepada Timnas, maupun komentar-komentar menuntut reformasi PSSI. Arifin Panigoro pemilik usaha Group Medco yang kini menjadi Chairman Liga Primer Indonesia (LPI) yang bakalan menjadi pesaing Liga Super Indonesia (Indonesia Super League) dibawah naungan PSSI, mengatakan hampir 99,5% orang di Indonesia  ‘gila bola’.

Kalau pernyataan tersebut valid, artinya sepakbola Indonesia bisa menjadi potensi industri yang mampu mengangkat dan mengharumkan bangsa. Ya, lewat sepakbola kita bisa memperkuat nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan mendorong perekonomian, sosial budaya dan sebagainya.

Ya, hari ini kita kembali kepada realitas. Kembali harus bekerja keras memperkuat sepakbola nasional, reformasi PSSI. Selamat untuk Tim Garuda. Kita menang tapi belum juara.#

Arifin Panigoro Chariman LPI yang diluncurkan pada 22 Desember 2010 di Jakarta

Sumber Foto: SuaraMerdeka.com
Klub peserta LPI:
1. Aceh United, Banda Aceh – Pelatih : Lionel Charbonnier (Prancis)
2. Bali de Vata, Denpasar – Pelatih : Willy Scheepers (Belanda)
3. Bandung FC, Bandung – Pelatih : Nandar Iskandar
4. Batavia Union, Jakarta – Pelatih : Roberto Bianchi (Brasil)
5. Bogor Raya, Bogor – Pelatih : John Arwandy
6. Cendrawasih Papua, Papua – Pelatih : Uwe Erkebrecher (Jerman)
7. Jakarta 1928, Jakarta – Pelatih : Bambang Nurdiansyah.
8. Kabau Padang, Padang – Pelatih : Divaldo Alves (Portugal).
9. Ksatria XI Solo, Solo – Pelatih : Branko Babic (Serbia)
10. Makassar City, Makassar – Pelatih : Michael Feichtenbeiner (Jerman)
11. Manado United, Manado – Pelatih : Muhammad Al Hadad
12. Medan Bintang, Medan – Pelatih : Rene van Eck (Belanda)
13. Medan Chiefs, Medan – Pelatih : Jorg Steinbruner (Jerman)
14. Persebaya, Surabaya – Pelatih : Aji Santoso.
15. Persema, Malang – Pelatih : Timo Scheuneman (Jerman)
16. Persibo, Bojonegoro – Pelatih : Sartono Anwar.
17. Real Mataram, Yogyakarta – Pelatih : Jose Basualdo (Argentina).
18. Semarang United, Semarang – Pelatih : Edy Paryono
19. Tangerang Wolves, Tangerang – Pelatih : Paulo Camargo (Brasil).

One Comment on "Bola"

  1. ayu 23 February, 2011 at 9:03 pm ·

    barusan nonton U-23, kok dibantai gitu, ISL gimana sihhhh

Leave a Comment

*

comm comm comm