Sinergi untuk Negeri

Written by  //  5 July, 2010  //  News  //  1 Comment // Visited 2878 times, 1 so far today

Dewan Pimpinan Nasional Peradah Indonesia terus melakukan berbagai upaya menuju tata kelola organisasi yang baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan sinergi dengan berbagai pihak sebagaimana dicanangkan dalam program umum organisasi.

Semangat inilah yang melandasi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional VIII Peradah Indonesia yang akan di selenggarakan 06 – 08 Agustus mendatang di Palembang, Sumatera Selatan. Semangat dalam pelaksanaan Rakernas tersebut telah diterjemahkan dalam sebuah simbol yang menjadi logo panitia Rakernas VIII Peradah Indonesia.

Filosofi ‘Sinergi untuk Negeri’

Peradah Indonesia berpandangan bahwa untuk bisa bersinergi, pihak-pihak yang memiliki perspektif beragam perlu dijembatani. Dengan demikian setiap kegiatan yang dilakukan bisa berjalan selaras walaupun bergerak di ranah yang berbeda-beda. “Adanya sinergi dapat mencapai tujuan akhir yang sama,” tandas Gede Ananta Wijaya, sang kreator yang menuangkannya ke dalam logo kepanitiaan.

Image jembatan yang digunakan adalah Jembatan Ampera yang melintasi sungai Musi di Sumatera Selatan. Hal ini juga menggambarkan ikon daerah di mana Rakernas akan diselenggarakan.

Sedangkan empat tiang melambangkan Catur Yoga antara lain; Bhakti Yoga, Karma Yoga, Jnana Yoga, dan Raja Yoga. Empat tiang tersebut mewakili empat jalan/ranah aktifitas Peradah Indonesia dalam memajukan Pemuda Hindu Indonesia.

Secara keseluruhan filosofi ini menggambarkan pelayanan (sevanam) yang dilakukan kader-kader Peradah Indonesia dalam menjalankan dharma agama dan dharma negara. ”Jembatan tak kenal diskiriminasi, ia berbaring dan semuanya lewat,” jelas Putu Sukma Hendrawan, Desainer yang membantu Ananta Wijaya.

Kemandirian Pemuda
Sebagai organisasi pemuda tingkat nasional, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indonesia) sudah seharusnya mengelola organisasi secara profesional. Tata kelola organisasi dengan mengedepankan prinsip-prinsip good governance menjadi sebuah ukuran sederhana dari kemajuan dan kemapanan organisasi.

Untuk mencapai tata kelola yang baik, Peradah Indonesia melakukan berbagai program yang diinternalisasikan melalui berbagai kegiatan nyata di masyarakat. Berbagai program dan road map organisasi dirumuskan melalui perencanaan yang baik dalam forum yang melibatkan seluruh stakeholder Peradah Indonesia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Rakernas VIII Peradah Indonesia mengangkat tema kemandirian, yaitu “Sinergi untuk Negeri; Gerakan Nasional Membangun kemandirian Pemuda.” Menurut Komang Adi Setiawan, Ketua Umum Peradah Indonesia, nilai dan semangat kegiatan ini adalah mewujudkan langkah penting sebagai awal suatu perjalanan sakral menuju kebesaran negeri. “Peradah Indonesia memiliki keyakinan bahwa sinergi segenap anak bangsa akan mampu memberikan kontribusi dalam membangun kemandirian bangsa,” jelasnya.