Pembentukan Peradah Indonesia Kepulauan Riau

Written by  //  29 May, 2010  //  News  //  No comments // Visited 1487 times, 2 so far today

Bunga di sawah jangan dilukai,
Karena sawah tempat menuai padi,
Pemuda Peradah yang kami cintai,
Marilah bersama membangun tanah Kepri.

Itulah pantun yang dilantunkan Ketua Peradah Indonesia Kepulauan Riau (Kepri)   I Wayan Mesra Ariyawan saat pelantikan Pengurus DPP Peradah Indonesia Kepri akhir Mei lalu (28/5) di Wantilan Pura Agung Amertha Buana, Batam.
*

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradah Indonesia terus melakukan program-program untuk menghidupkan sel-sel Peradah Indonesia pada setiap tingkatan hingga kabupaten. Salah satunya adalah membentuk Peradah Indonesia di provinsi yang belum memiliki kepengurusan Peradah Indonesia.

Program ini mendapat sambutan yang baik dari para pemuda Kepri. Dibawah arahan tokoh umat Kepri Wayan Catra Yasa, para pemuda Kepri telah melaksanakan sidang formatur yang melahirkan struktur dan kepengurusan Peradah Indonesia Kepri.

Menurut Wayan Mesra Ariyawan Ketua Peradah Indonesia Kepri terpilih, keberadaan Peradah Indonesia Kepri merupakan kesempatan untuk melakukan pelayanan yang lebih luas untuk memajukan provinsi Kepri.  “Hal ini sejalan dengan visi, misi dan tujuan Peradah Indonesia,” jelasnya.

Hadir dalam acara pelantikan kepengurusan antara lain Walikota Batam, Gubernur Kepri, Otorita Batam, Pembimas Hindu Kepri, Parisada Kepri, WHDI Kepri, dan undangan serta tokoh umat Hindu di Kepri. Sedangkan dari DPN hadir Komang Adi Setiawan, IK Guna Artha, Wayan Sudane, Abhisek Kumar, Astri Anggraeni, dan Ketua Peradah Indonesia Sumatera Utara Indra Gunawan, didampangi Kawida.

Dalam sambutannya, Walikota Batam yang diwakili Assisten Ekonomi dan Pembangunan, Syamsul Bahrum menyambut baik dibentuknya Peradah Indonesia. Terlebih Kepri sebagai daerah strategis yang memiliki potensi untuk dapat dikembangkan oleh para pemuda.

Sedangkan Komang Adi Setiawan, Ketua Umum Peradah Indonesia berharap dengan dibentuknya Peradah Indonesia Kepri akan memudahkan jalinan komunikasi dan kerjasama di kawasan ASEAN. “Kepri akan menjadi penghubung dalam melakukan kerjasama luar negeri dengan negara terdekat seperti Malaysia dan Singapore,” jelasnya.

Dalam rangkaian acara pelantikan tersebut dilakukan juga aksi penanaman pohon sebagai wujud Peradah Go Green, yang merupakan bentuk kepedulian Peradah Indonesia terhadap isu lingkungan yang sedang berkembang seperti climate change dan global warming. Setelah pelantikan dan penanaman pohon di area Pura, acara dilanjutkan dengan pembekalan kepada pengurus yang berisi pemantapan dan arahan terhadap program-program yang harus dilakukan.

Meeting SEA HYC – Singapore
Setelah acara pelantikan, keesokan harinya (29/5) dimanfaatkan untuk berkunjung ke kantor The Hindu Centre Singapore dalam rangka koordinasi dan pemantapan South East Asia Hindu Youth Council (SEA HYC) yang mengambil tempat di Singapore. Acara ini dihadiri oleh rombongan DPN Peradah Indonesia, DPP Peradah Indonesia Sumatera Utara, dan DPP Peradah Indonesia Kepri, President SEA HYC KS Arsana, Secretary General SEA HYC sekaligus President Malaysian Hindu Youth Council (MHYC) K Rasa Selvan.

M Gurunathan President The Hindu Centre Singapore menyambut baik kunjungan SEA HYC, Peradah Indonesia, dan MHYC sebagai bentuk kerjasama yang harus diperkuat lagi setelah  terjadi kevakuman selama ini. Dalam kesempatan itu, pihak The Hindu Centre Singapore menyampaikan program-program terkait dengan kegiatan pendidikan yang dilakukan The Hindu Centre Singapore.

Diskusi cukup hangat, pasalnya banyak kegiatan-kegiatan yang bisa disinkronkan. Bahkan untuk menindaklanjuti program-program yang dilakukan The Hindu Centre Singapore, Wayan Catra Yasa berharap kedepan dapat dilakukan pertukaran/ sharing anak-anak pasraman Batam dan The Hindu Centre Singapore.

Pembicaraan yang berlangsung selanjutnya adalah mengenai SEA HYC, serta penjelasan General Asembly yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 – 25 April 2010 di Port Dickson, Malaysia. Setelah itu acara dilanjutkan dengan makan malam dan ramah tamah.
# Majalah Raditya