Sinergi Peradah Indonesia di Kawasan ASEAN

Written by  //  26 April, 2010  //  News  //  1 Comment // Visited 996 times, 1 so far today

29521_1281762292761_1491202534_30662813_3394879_n

Pada tanggal 23-25 April 2010, telah sukses diselenggarakan ASEAN Hindu Youth Council (AHYC) General Assembly (Kongres). Acara ini berlangsung di Hotel Seri Malaysia Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia. Jarak Port Dickson dari Kuala Lumpur sekitar 150 Km. Port Dickson terkenal sebagai area pariwisata utama di Malaysia dengan pantainya yang cukup indah.

AHYC General Assembly kali ini begitu spesial dan bersejarah. Setelah vakum selama 13 (tiga belas) tahun, revitalisasi terhadap organisasi yang dibentuk berdasarkan Deklarasi Prambanan pada tanggal 21 November 1993 berhasil dilaksanakan.

Para peserta terdiri dari para aktivis Peradah Indonesia, dan Malaysian Hindu Youth Council. Ajang ini juga menjadi reuni para pendiri ASEAN Hindu Youth Council. Dari Indonesia hadir Sylvia Ratnawanti Purwanto, pendiri sekaligus mantan Ketua Umum Peradah ke-2, Prof. Nyoman Nurjaya, mantan presiden AHYC ke-1. Dari Malaysia hadir Dato Sithambaram, mantan presiden AHYC ke-2.

Singapore selaku pendiri AHYC yang representasinya adalah The Hindu Centre of Singapore dalam kongres ini tidak bisa hadir karena dalam waktu yang bersamaan melaksanakan conference di Singapore. Sebagai dukungan, Mr. Marimutu Gurunathan mengirimkan message untuk acara ini dan mendukung terselenggaranya General Assembly.

Setelah mengalami kevakuman selama 13 tahun, AHYC General Assembly  kali ini berhasil melahirkan beberapa keputusan, antara lain:

  1. Nama ASEAN Hindu Youth Council (AHYC) berubah menjadi South East Asia Hindu Youth Council (SEA HYC). Pertimbangannya adalah ASEAN bukanlah menunjukkan area geografis seperti ASIA. ASEAN adalah sebuah asosiasi. Perubahan ini disetujui oleh seluruh peserta kongres termasuk para pendiri.
  1. Struktur organisasi berubah. Fungsi kontrol organisasi anggota SEA HYC diperkuat dengan adanya fungsi Board of Committe. Executive Commitee bertanggung jawab dalam General Assembly  kepada Board of Commitee. Fungsi ini diadakan untuk mencegah adanya kevakuman organisasi SEA HYC.
  1. Pengurus SEA HYC selama tiga tahun kedepan memiliki tugas utama untuk merevitalisasi organisasi. Menghidupkan network pemuda Hindu seluruh South East Asia. Pengurus untuk tiga tahun kedepan adalah yang memiliki pengalaman dan mengerti sejarah SEA HYC serta siap melakukan regenerasi.

Dalam General Assembly ini, diputuskan secara musyawarah untuk memilih KS Arsana (mantan Ketua Umum Peradah 2003 – 2006) sebagai President SEA HYC dan K Rasa Selvan (President Malaysian Hindu Youth Council) menjadi Secretary General.

Menurut Komang Adi Setiawan, Ketua Umum Peradah Indonesia, SEA HYC merupakan organisasi yang strategis di kawasan ASEAN. ” “SEA HYC adalah jembatan bagi pemuda Hindu Nusantara untuk menjelajahi pergaulan Internasional,” jelasnya disela-sela pertemuan.

One Comment on "Sinergi Peradah Indonesia di Kawasan ASEAN"

  1. Tude 29 May, 2010 at 2:21 am ·

    mantap bro! Sukses buat Peradah

Leave a Comment

*

comm comm comm