Cangkuang; Kami Pun Tak Melupakan

Written by  //  1 January, 2010  //  News  //  1 Comment // Visited 858 times, 1 so far today

Hembusan angin dan panorama  pagi itu (27/12) mengantarkan alam pikiran kita akan keindahan bumi Nusantara ini. Jalanan yang diapit oleh sawah dan semak-semak ditambah dengan birunya perbukitan menggiring kesejukan hati untuk tulus dan berbhakti.

Tak lama melintasi pemandangan itu, kami pun tiba pada tujuan. Cangkuang. Ya, Cangkuang adalah nama  desa yang ada di kecamatan Leles, kabupaten Garut, Jawa Barat.  Didesa inilah terdapat sebuah Candi, tepatnya di sebuah pulau kecil yang bentuknya memanjang dari barat ke timur dengan luas 16,5 ha.

kika: Komang Adi Setiawan, Wayan Sudane

Mengutip  id.wikipedia.org, Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Candrasasmita berdasarkan laporan Vorderman (terbit tahun 1893) mengenai adanya sebuah arca yang rusak serta makam leluhur Arif Muhammad di Leles. Walaupun hampir bisa dipastikan bahwa candi ini merupakan peninggalan agama Hindu (kira-kira abad ke-8 M, satu zaman dengan candi-candi di situs Batujaya dan Cibuaya), yang mengherankan adalah adanya pemakaman Islam di sampingnya.

Dengan tempat yang berada ditengah danau Cangkuang, Candi ini memiliki nilai dan makna tersendiri bagi para pengunjungnya.

Foto-foto klik disini

One Comment on "Cangkuang; Kami Pun Tak Melupakan"

  1. hindunesia 21 January, 2010 at 4:49 am ·

    Tempat yang indah. Para leluhur emang pandai memilih lokasi bersembah Hyang.

Leave a Comment

*

comm comm comm