wayan sudane

merangkai kata mencari makna

Archive for June, 2008


Budaya Organisasi

Sosialisasi sangat penting dalam pergaulan. Tapi tentu ada aturan mainnya. Begitu juga dalam sebuah organisasi, ada aturan mainnya. Biasanya masing-masing organisasi memiliki budaya dan karakteristik tersendiri.
Untuk membentuk itulah diperlukan kepemimpinan dalam organisasi itu. Pemimpin akan menciptakan sistem. Biasanya terdiri dari nilai atau standar, aturan main, dan ganjaran. Seberapa besar unsur-unsur itu akan membentuk budaya dan sistem organisasi ?
Dalam prosesnya diperlukan adaptasi eksternal dan integrasi internal. Budaya itu akan menjadi kuat dengan peran strategis pemimpin dan partisipasi aktif anggota. Tidak saja tugas pemimpin tapi juga perlu peran aktif anggota.
(more…)

Aksi Mahasiswa Diduga Ditunggangi

PARA pentolan mahasiswa menyerukan agar demonstrasi menentang kebijakan pemerintah menaikan harga BBM menghindari anarki. Hal itu merugikan masyarakat dan membentuk persepsi negatif publik kepada mahasiswa.

Kekerasan diyakini tidak akan menyelesaikan masalah, justru memunculkan masalah baru. Gerakan mahasiswa juga diingatkan untuk mewaspadai kepentingan politik yang diusung elit politik tertentu yang menunggangi gerakan mahasiswa.

Namun, elit mahasiswa mengingatkan pemerintah dan DPR untuk segera merespon aspirasi rakyat yang menolak kenaikan harga BBM. Pernyataan itu diutarakan sejumlah pentolan mahasiswa, terkait demonstrasi yang berujung anarki di DPR dan Universitas Atma Jaya, Jakarta, Selasa (24/6).

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Muhammad Rodli Kaelani menyatakan gerakan mahasiswa harus mewaspadai aksi-aksi anarkis. Dia menyesalkan jika kemudian aksi mahasiswa harus diwarnai anarkisme.

“Kita mengingatkan teman-teman untuk mewaspadai aksi-aksi yang sifatnya anarkis. Sebisa mungkin jangan anarki. Lebih baik damai. Tetapi, jangan pula disalahkan sepenuhnya ke mahasiswa,” katanya.

Meski ia menilai anarki terjadi karena ada indikasi aparat kepolisian melakukan provokasi ke mahasiswa. Selain itu semua pendekatan dialogis sudah dilakukan mahasiswa mendesak pemerintah agar tidak menaikan harga BBM. Namun, desakan penolakan kenaikan harga BBM tidak ditanggapi pemerintah.

Mahasiswa juga marah lantaran sikap politik yang tidak jelas untuk menggolkan hak angket penolakan harga BBM. Elit politik DPR tidak serius menanggapi hak angket. Rodli tak menampik jika gerakan mahasiswa telah ditunggangi oknum tertentu. “Ya (ditunggangi, red). Itu memungkinkan. Tetapi, sepanjang diletakkan dalam frame gerakan perubahan, itu biasa saja. Tetapi terlalu berlebihan kalau harus bakar-bakaran,” katanya. (more…)

Menumbuhkembangkan Pendidikan Politik Rakyat (politika)

Demokrasi merupakan pilihan dan nilai politik yang senantiasa harus diperjuangkan pascabergulirnya reformasi 1998. Dan, menumbuhkembangkan pendidikan politik rakyat kini menjadi salah satu agenda pilihan bagi gerakan mahasiswa dan kaum muda Indonesia untuk melanjutkan kembali perjuangan reformasi. Melalui tantangan baru ini diharapkan penilaian publik atas semakin melemahnya gerakan mahasiswa dan kaum muda saat ini perlahan-lahan mulai tertepis.

Gerakan mahasiswa dan kaum muda memang tak dapat dilepaskan dari sejarah dan dinamika perubahan di Indonesia sejak era pra kemerdekaan. Meski mengalami pasang surut, namun hingga kini mahasiswa dan kaum muda tetap memiliki semangat untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa yang lebih baik dari masa-masa sebelumnya. Dan, perubahan itu dapat dilakukan melalui pelibatan rakyat secara penuh dalam pembangunan dan pelembagaan politik.
(more…)

Tak Berdana Punia, Koq Korupsi Kemudian

Siang itu memberikan suasana baru dan secercah harapan pemikiran. Bagaimana tidak, lontaran diskusi jalanan membuat kami tergugah. Walau tidak serius dan formal, namun lontaran-lontaran percakapan itu membuat kami serasa berpikir serius tak kalah bak diskusi formal ala intelektual. Temanya organisasi keumatan Hindu, mulai dari Parisada hingga banjar-banjar. Umat Hindu sudah memiliki semua infrastruktur organisasi itu. Mulai dari majelis, pemuda, mahasiswa, hingga tempek. Semuanya sudah ada.

”Kita sudah punya semua organisasi-organisasi yang membidangi dan fokus pada segmen tertentu, lantas apanya yang bermasalah,” tanya Pan Galih sembari duduk santai disebuah Gardu. ”Ya, benar juga memang seperti itu adanya,” sahut Pan Galuh. Obrolan itu sempat membuat kami termenung, bahwa pembicaraan itu sudah dipikirkan juga oleh Pan Galih dan Pan Galuh yang tinggal di desa. Artinya hampir semua kalangan sudah berpikir maju untuk mengkritisi walaupun action nyata masih minim. (more…)