Pilih Dharma atau Adharma?
Galungan akan segera tiba. Hari ini umat Hindu mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut hari raya kemenangan dharma yang dirayakan besok (23/01). Berbagai syukur akan dilantunkan sebagai ucapan atas kemampuan kita mengalahkan adharma atau kejahatan. Adharma ini bisa saja muncul karena ke-alpha-an kita dalam menjalankan kewajiban-kewajiban yang telah ditugaskan kepada kita. Kita sering lupa bahwa hari-hari dalam kehidupan kita selalu diiringi dengan sifat-sifat adharma ini. Ada saja godaan untuk melupakan dharma atau pun tidak mau mengikuti dharma ini.
Dharma-lah seharusnya yang menang. Dharma-lah seharusnya yang selalu ada dalam diri kita yang meliputi perbuatan, perkataan, dan pikiran kita. Dharma-lah yang melandasi setiap langkah kerja kita. Ini, sekali lagi sangat ideal untuk kita lakukan. Jujur harus kita tanyakan pada diri kita, sudah sejauh mana implementasinya? “Ach, itu bisa kita lakukan esok hari, hidup ini masih panjang”, jawaban itu pun sering kita gunakan untuk membenarkan diri kita sendiri.
Dualisme ini pastinya akan selalu berada dipikiran kita. Kalau kita perhatikan kehidupan yang lebih luas lagi pasti ada juga hal ini. Sebut saja dalam kenegaraan, sudahkah negara ini bisa memenangkan dharma atas adharma? Atau jangan-jangan dharma sudah diambang kekalahannya? Wah gawat kalau ini benar-benar terjadi… Yah, kita lihat dan harus mengambil ’senjata’ ilmu pengetahuan untuk memenangkan dharma ini? Bukankah dengan ilmu pengetahuan kita bisa membangun karakter dan menemukan dharma itu?
Hari sudah semakin siang, lamunan pun pudar. Akhirnya sang waktu pun segera menyambut kemenangan dharma ini. Selamat Galungan….






Wayan Sudane lahir dan besar di Lampung. Nge-blog untuk memaknai kehidupan yang tak pernah sepi sehingga kita tak hanya bisa mimpi apa lagi untuk diam diri. Ya, merangkai kata mencari makna...
January 22nd, 2008 at 1:25 pm
met gal kun bli
lawar na dunk
hwhehehe
January 23rd, 2008 at 8:02 am
Wayan, senang ya kalau kebaikan bisa melawan kejahatan. agama lu tuh unik dan seru bgt. bude dan pak de gue orang bali. jadi gue suka bali dan hindu.
terus, skarang gue peunya murid orang hindu. sayangnya, sekolah gue nggak memfsilitasi agama nak ini, which is… nggak ngasih guru agama hindu untuk anak ini. mungkin karena yang hindu cuma sedikit kali ya. tapi sayang banget jadinya dan gue jadi kasihan sama anak ini. sekarang dia umur 15 tahun. 2 tahun lagi dia bebas milih agama. kalo dari kecil dia udah hindu, kenapa sekarang dia harus masuk kelas katolik? sebel deh. para hinduwan dan hinduwati… salam keberagaman. semoga tuhan menunjukkan kamu dan saya jalan yang benar. amiin.
January 30th, 2008 at 6:56 pm
Walau agak terlambat tapi dari lubuk hati yang dalam kami sekeluarga mengucapkan selamat GALUNGAN semoga dengan galungan kali ini kita dapat merenungi makna dari galungan itu sendiri untuk menuju ketentraman dan kedamaian antar warga negara dan antar umat beragama di Negeri yang kita cintai ini…..
bravo wayan Sudane………
January 31st, 2008 at 11:38 am
Terima kasih…semoga Tuhan selalu memberikan sinar kedamainnya kepada kita semua…
February 8th, 2008 at 4:32 am
Salam kenal,
Rahajeng Nyanggra Rahinan Nyepi Caka 1930..