Pilih Dharma atau Adharma?

Written by  //  22 January, 2008  //  Catatan Lepas  //  5 Comments // Visited 1162 times, 1 so far today

galungan-wayan-sudane.gifGalungan akan segera tiba. Hari ini umat Hindu mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut hari raya kemenangan dharma yang dirayakan besok (23/01). Berbagai syukur akan dilantunkan sebagai ucapan atas kemampuan kita mengalahkan adharma atau kejahatan. Adharma ini bisa saja muncul karena ke-alpha-an kita dalam menjalankan kewajiban-kewajiban yang telah ditugaskan kepada kita. Kita sering lupa bahwa hari-hari dalam kehidupan kita selalu diiringi dengan sifat-sifat adharma ini. Ada saja godaan untuk melupakan dharma atau pun tidak mau mengikuti dharma ini.

Dharma-lah seharusnya yang menang. Dharma-lah seharusnya yang selalu ada dalam diri kita yang meliputi perbuatan, perkataan, dan pikiran kita. Dharma-lah yang melandasi setiap langkah kerja kita. Ini, sekali lagi sangat ideal untuk kita lakukan. Jujur harus kita tanyakan pada diri kita, sudah sejauh mana implementasinya? “Ach, itu bisa kita lakukan esok hari, hidup ini masih panjang”, jawaban itu pun sering kita gunakan untuk membenarkan diri kita sendiri.

Dualisme ini pastinya akan selalu berada dipikiran kita. Kalau kita perhatikan kehidupan yang lebih luas lagi pasti ada juga hal ini. Sebut saja dalam kenegaraan, sudahkah negara ini bisa memenangkan dharma atas adharma? Atau jangan-jangan dharma sudah diambang kekalahannya? Wah gawat kalau ini benar-benar terjadi… Yah, kita lihat dan harus mengambil ‘senjata’ ilmu pengetahuan untuk memenangkan dharma ini? Bukankah dengan ilmu pengetahuan kita bisa membangun karakter dan menemukan dharma itu?

Hari sudah semakin siang, lamunan pun pudar. Akhirnya sang waktu pun segera menyambut kemenangan dharma ini. Selamat Galungan…. Sedih deh