• Om Swastyastu,..
    selamat datang diweblog saya. Semoga memberikan inspirasi untuk relung hati. Tentu untuk memaknai hidup yang tak kan pernah sepi. Karena selalu ada diskusi maupun argumentasi. Semoga damai selalu...

    jangan-asal-copy-paste.gif

    Manusia Hidup di dunia harus seperti daun teratai, ia tumbuh didalam air, tetapi tidak pernah dibasahi oleh air; begitulah seharusnya orang hidup di dunia - hatinya menghadap ke-Tuhan, tangannya menghadap pada pekerjaan.



  • copy paste kode banner saya:

wayan sudane

merangkai kata mencari makna…

Marketing Politik

Menjelang pemilihan kepala daerah atau pilkada, ada saja ide dari para calon gubernur atau bupati. Di Lampung misalnya, menjelang pemilihan gubernur dan bupati di beberapa kabupaten banyak iklan pilkada.

Pemilihan kepala daerah langsung ini membawa dampak pada pencitraan. Konsekuensinya, iklan-iklan yang menampilkan wajah calon pun menghiasi jalanan. Iklan tersebut memang terselubung yang tujuan untuk mengenalkan wajah dirinya. Ada yang hanya stiker hingga spanduk. Yang lebih beruntung lagi, calon yang masih menjabat sebagai pejabat daerah.

Ada saja bentuk-bentuk iklan yang dibuat. Seperti narkoba hingga kepencapaian pembangunan. Bahkan momen-momen tertentu pun tak dilewatkan. Idul Fitri kemarin misalnya, banyak pejabat yang menyampaikan ucapan selamat atas nama jabatannya. Tentu rasanya timpang karena sering tidak menonjolkan lembaganya tapi malah pribadi berikut fotonya. Tapi harus juga diakui bahwa itu sah-sah saja.

Akibatnya, sering pejabat yang akan ikut bertarung dipilkada tidak lagi fokus pada tugasnya. Melainkan fokus pada strategi untuk menang dalam pilkada. Mulai dari pencitraan hingga mencari partai untuk mengusungnya. Walaupun sudah ada gong untuk calon perseorangan tapi hal ini belum bisa berlaku sekarang.

Dampak yang dirasakan juga adanya kampanye pemilu bukan kampanye politik. Kampanye pemilu dilakukan secara instan. Ketika akan mencalonkan diri barulah menggelar berbagai ‘even’.

Sedangkan kampanye politik lebih menekankan proses edukasi politik. Dilakukan terus menerus dalam jangka yang panjang. Dampaknya masyarakat memang telah memiliki rasa empati kepada calon tersebut atas kiprahnya. Beginilah seharusnya kampanye dilakukan.

Ya, lantas siapa pemimpin yang sudah melakukannya? Tak salah pula bahwa bekerja adalah kampanye terbaik…@

Categories: Lamunan
Sekrang msh jarang pemimpin yang bekerja dengan baik..semuanya kepentingan pribadi..memperkaya diriii!!!!
25 October 07 at 08:13
Goldy Noviani
Jaman sekarang Banyak politisi yang kurang mengerti bagaimana caranya berkomunikasi dan mengkomunikasikan politik dengan baik dan benar, daridulu hingga sekarang, politisi2 di Indonesia hanya memikirkan diri sendiri, dan menghalalkan segala cara untuk menjadi kaya, makanya politik di Indonesia ya gitu – gitu aja, ga maju2, makanya kita jadi negara berkembang terus…
kapan dong ada politisi yang bisa menjadi pencetus bahwa komunikasi itu… terutama PR sangat penting dalam politik… Menurut saya komunikasi terutama PR masih cenderung diremehkan, dicap jelek, dan seakan – akan tidak dibutuhkan di dalam bidang politik, padahal komunikasi amatlah penting dalam segala aspek
Mungkin sudah ada, namun penerapannya kurang, karena mungkin belum ada PR di Indonesia begitu hebat…
31 October 07 at 12:45
Franky_the7
setuju, peranan PR memang cenderung kurang dianggap.. kalo sebatas kalangan jurnalis&media sih ngerti betul peranan PR.. tapi pada umumnya amat disayangkan , PR non-populer, padahal tanpa peranan PR, perusahaan sebesar apapun bisa rontok & ambruk ..
tuk itu buat kalangan PR kita agar bisa lebih lagi berprestasi dan mampu memPR-kan kalangan PR sendiri di mata umum .
28 January 08 at 15:03
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes