wayan sudane

merangkai kata mencari makna

Archive for October, 2007


Makloemat Pemuda Indonesia

WARISI API SUMPAH PEMUDA!”

(warpisuda!)

Bangun politik persatuan pemuda!

Percepatan alih generasi kepemimpinan politik untuk pemuda!

    lawan neo-liberalisme dan feodalisme untuk keadilan sosial bangsa!

Tujuh puluh sembilan tahun sudah sumpah untuk satoe tanah air, satoe bangsa dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia yang disuarakan kaum muda saat itu menjadi prinsip pokok perjuangan kearah pembentukan negara bangsa. Garis politik persatuan yang tercermin dari sumpah yang dinyatakan pada tanggal 28 Oktober 1928 tersebut pada hakikatnya adalah sebuah kesadaran bersama atas situasi tata kehidupan berwatak kapitalistik serta belitan feodalisme yang menghambat kemajuan.

Hari ini, sumpah yang melibatkan segenap unsur pemuda itu, makin menemukan relevansinya. Belum hilangnya struktur penghisapan kapitalisme yang hadir dalam setiap agenda-agenda pembangunan bercorak neoliberal, pembatasan peran negara dalam mengatur sistem investasi, eksploitasi sumberdaya alam serta pengadaan barang dan jasa publik oleh korporasi global, terbukti menyebabkan ketimpangan struktur sosial dimana jurang kaum melarat dengan kaum berpunya semakin lebar. Negara yang seharusnya menjadi pelindung segenap tumpah darah rakyatnya, lemah tak berdaya menghadapi desakan-desakan agenda global.

situsasi diatas diperparah dengan lemahnya kepemimpinan politik saat ini. lambannya alih generasi dalam kepemimpinan, lahir dari tata hubungan sosial bercorak feodalistik. keengganan memberikan kesempatan serta tidak sepenuh hatinya para generasi terdahulu dalam mendorong akselerasi berkembangnya tunas-tunas bangsa adalah bagian dari ekspresi feodalisme saat ini. keterlibatan pemuda dalam pengambilan keputusan strategis dalam konteks arah perubahan bangsa masih dalam posisi pinggiran alias pelengkap sekaligus pemanis dari proses yang berdampak panjang itu.

inilah situasi yang sebangun dengan fase sumpah pemuda 1928. tata kehidupan bercorak neoliberal yang penuh penghisapan dari luar serta feodalisme akut dari dalam, masih menjadi hambatan besar bagi kemajuan bangsa. berangkat dari sutiasi objektif diatas, maka kami para pemuda Indonesia menyampaikan makloelat.

kami pemuda Indonesia bertekad untuk ;

Membangun semangat baru, semangat politik persatuan

Mempercepat alih kepemimpinan, kepemimpinan ditangan pemuda

Meretas struktur sosial baru, struktur sosial anti neoliberalisme dan feodalisme

- GMNI - PMII - HMI - GMKI - PMKRI - KMHDI - HIKMAHBUDHI -

 

Marketing Politik

Menjelang pemilihan kepala daerah atau pilkada, ada saja ide dari para calon gubernur atau bupati. Di Lampung misalnya, menjelang pemilihan gubernur dan bupati di beberapa kabupaten banyak iklan pilkada.

Pemilihan kepala daerah langsung ini membawa dampak pada pencitraan. Konsekuensinya, iklan-iklan yang menampilkan wajah calon pun menghiasi jalanan. Iklan tersebut memang terselubung yang tujuan untuk mengenalkan wajah dirinya. Ada yang hanya stiker hingga spanduk. Yang lebih beruntung lagi, calon yang masih menjabat sebagai pejabat daerah.

Ada saja bentuk-bentuk iklan yang dibuat. Seperti narkoba hingga kepencapaian pembangunan. Bahkan momen-momen tertentu pun tak dilewatkan. Idul Fitri kemarin misalnya, banyak pejabat yang menyampaikan ucapan selamat atas nama jabatannya. Tentu rasanya timpang karena sering tidak menonjolkan lembaganya tapi malah pribadi berikut fotonya. Tapi harus juga diakui bahwa itu sah-sah saja.
(more…)

Lebaran

Sudah menjadi tradisi kalau saat Idul Fitri budaya mudik menjadi tren. Perayaan kemenangan dirayakan dengan sukacita bersama sanak saudara di kampung halaman. Tak itu saja, hari raya umat Islam ini juga membawa imbas kepada umat non muslim. Kesempatan mudik juga dirasakan oleh umat lainnya.

Tak itu saja, perekonomian juga mengalami dampak yang luar biasa. Apalagi dibidang transportasi. Perputaran ekonomi pun mengalami percepatan akibat perayaan yang sering disebut lebaran ini. Terlepas dari itu, ada suatu budaya yang tumbuh untuk tetap memelihara silaturahmi. Budaya yang sangat tradisional ditengah globalisasi yang ditunjukan dengan kemajuan teknologi informasi.
(more…)

Presiden

Waktu pemilihan presiden kurang lebih 2 tahun lagi. Namun waktu tersebut sudah diperhitungkan dengan tepat oleh para kandidat presiden. Rame-rame ngomong mau nyalon jadi presiden. Ya, kini orang sudah mulai mencuri start untuk mempersiapkan diri jadi presiden. Sebut saja Sutiyoso, yang beberapa hari lagi akan menyerahkan tapuk kepimpinan sebagai gubernur DKI Jakarta. Bang Yos, panggilan akrabnya sudah mulai mengumumkan dirinya untuk jadi calon presiden pada 2009 nanti.

Tak hanya itu, tokoh-tokoh nasional lainnya pun dibuat latah ngomongin presiden ini. Seolah tak mau ketinggalan, semuanya mulai lirik sana sini. Apalagi pimpinan PDIP, Megawati Soekarno Putri, beberapa minggu lalu juga sudah menyatakan siap maju lagi menjadi presiden. Lain lagi dengan Soetrisno Bachir, Ketua Umum PAN, ia sibuk menggalang kedekatan dari satu partai ke partai lainnya. Selain itu ia pun mendorong Sultan Hamengku Bowono X, Gubernur DI Yogyakarta untuk maju jadi presiden pada 2009 nanti. Dan tentu yang tokoh-tokoh lainnya juga sudah mulai pasang ancang-ancang termasuk SBY dan JK yang saat ini jadi presiden dan wakil presiden.

(more…)