Gerakan Perlu Pengawalan
Suatu sore, Dana sempat berbincang-bincang dengan rekan-rekan digerakan. Sebut saja Budi namanya, aktivis dari gerakan mahasiswa yang ber-entitas gerakan keagamaan. Ia melontarkan bahwa gerakan kita saat ini yang notabene masih dalam gerakan kemahasiswa hanya berwacana pada tataran pemikiran. “Ya, memang ini benar, gerakan kemahasiswa masih banyak memiliki keterbatasan,” sahut Dana. “Namun begitu, gerakan moral yang dilakukan mampu untuk memberikan warna dalam perpolitikan negeri ini,” tambahnya. Kalau kita lihat sejarah perpolitikan negeri ini, memang tidak lepas dari peran heroik para mahasiswa dari berbagai elemen atau organisasinya. “Benar, tapi kita masih memiliki kelemahan pada tataran praktiknya,” jawab Budi. “Kita masih pada tarap pemikiran dan moral, kita menghembuskan isu, dan setelah itu jarang kita melakukan pengawalan dari isu tersebut.” tegas Budi. Hal ini sering menimbulkan bias dari gerakan yang dilakukan, lantaran tidak adanya gerakan konkret. “Ini lantaran kita sekarang tidak menemukan musuh bersama dalam melakukan gerakan itu,” ungkap Dana. “Ya, selama ini kita masih bergerak sendiri-sendiri bahkan untuk internal organisasi, lebih ke kaderisasi internal dan sebagainya,” tambahnya…ya, kita memang perlu pengawalan dari gagasan yang kita sampaikan…sehingga tidak hanya wacana manis belaka…dan tidak hanya mimpi saja…Gerakan untuk mewujudkan good governance…

dumogi Rahajeng…