Semoga Kita Sadar
Ada-ada saja ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Koq ya sering-sering bikin ulah..hhmmm tanya kenapa?
Kenapa ya, mereka melakukan itu? Bisa saja karena ketidakpuasan lantaran sesuatu yang tidak adil. Atau memang suatu keinginan untuk menentang kekuasaan. Pokoknya seribu satu alasan dech…
Sebut saja kondisi kebangsaan kita akhir-akhir ini. Ada saja sinyalemen untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Di Ambon, sekelompok penari cakalele mempertontonkan bendera Benang Raja dihadapan presiden pada peringatan Hari Keluarga Nasional beberapa minggu lalu. Kejadian itu tentu menghina Presiden RI yang dilakukan oleh simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS).
Ada lagi pembentangan bendera Bintang Kejora, yang menjadi simbol perjuangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat berlangsung Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua, pekan lalu. Kemudian deklarasi Partai GAM di Aceh. Walau menurut deklaratornya, GAM hanyalah sebuah nama saja, bukan kependekan dari Gerakan Aceh Merdeka. Namun lambang partai sama persis dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka.
Ya, masih banyak lagi fenomena kebangsaan apalagi yang berbau perpolitikan. Belum lagi kemiskinan dan pendidikan yang ada di daerah-daerah….hhmm semoga ini tidak menyurutkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sore ini saat browsing, saya menemukan sloka indah Bhagavad Gita X.36, tejas tejaswinam aham – Di antara semua keindahan, Akulah kecantikan. Semoga kita sadar…
