Friendster…
Siapa yang tidak kenal Friendster? Bagi mereka yang sudah tidak gaptek lagi dengan internet, friendster sudah tidak asing lagi. Sudah hampir sama dengan penggunaan email. Bahkan kebanyakan anak muda apalagi siswa-siswa menggunakan internet atau pergi ke warnet untuk ber-friendster ria. Wah seru juga ya…Begitu juga saya, lama tidak login di friendster karena males
ternyata banyak juga yang add untuk menjadi jaringannya. “Yah ternyata banyak juga penggunanya,” dalam hati berkata.
Ya, seperti ditulis id.wikipedia.org, ide penamaannya berasal dari nama Napster, sebuah situs web jaringan sosial dimana seorang pengguna akan membuat identitas maya. Kemudian calon pengguna dapat mengisi data dirinya untuk memperoleh account di friendster. Friendster dimulai sejak tahun 2002 oleh Jonathan Abrams. Sejak awal 2005, Friendster juga telah memulai fitur. Dari pengertian itu, tidak semua orang yang tergabung dalam friendster tersebut memiliki identitas yang benar. Bisa aja hanya sekedar untuk meramaikan dunia maya
Namun, banyak juga manfaatnya untuk tetap menjalin komunikasi, dapat teman, dan sebagainya. Karena kita dapat melihat teman dari teman kita dan seterusnya. ![]()

Pernahkah Anda mencari sesuatu melalui google? Atau Anda sendiri mengetes tingkat ‘keterkenalan’ situs Anda di google? Nah, kalau sudah pasti Anda tidak asing lagi tentang penggunaan google tersebut. Tapi bagaimana ya membuat situs kita agar cepat ditangkap oleh mesin pencari yang populer ini? Wah, ada beberapa cara yang harus ditempuh. Beberapa diantaranya seperti mengoptimalkan title tag atau halaman judulnya. Kemudian description tag-nya dan beberapa langkah lainnya. Langkah-langkah ini sangat penting, apalagi bila Anda menjalankan bisnis online. Pelanggan Anda atau calon pelanggan akan mudah menemukan produk melalui searching di google. Tentu semuanya juga harus diikuti dengan title atau judul dan deskripsi yang jitu, pas, dan sesuai dengan target pasar situs Anda. 



Wayan Sudane lahir dan besar di Lampung. Nge-blog untuk memaknai kehidupan yang tak pernah sepi sehingga kita tak hanya bisa mimpi apa lagi untuk diam diri. Ya, merangkai kata mencari makna...