wayan sudane

merangkai kata mencari makna

Archive for July, 2007


Friendster…

Siapa yang tidak kenal Friendster? Bagi mereka yang sudah tidak gaptek lagi dengan internet, friendster sudah tidak asing lagi. Sudah hampir sama dengan penggunaan email. Bahkan kebanyakan anak muda apalagi siswa-siswa menggunakan internet atau pergi ke warnet untuk ber-friendster ria. Wah seru juga ya…Begitu juga saya, lama tidak login di friendster karena males cool ternyata banyak juga yang add untuk menjadi jaringannya. “Yah ternyata banyak juga penggunanya,” dalam hati berkata.

Ya, seperti ditulis id.wikipedia.org, ide penamaannya berasal dari nama Napster, sebuah situs web jaringan sosial dimana seorang pengguna akan membuat identitas maya. Kemudian calon pengguna dapat mengisi data dirinya untuk memperoleh account di friendster. Friendster dimulai sejak tahun 2002 oleh Jonathan Abrams. Sejak awal 2005, Friendster juga telah memulai fitur. Dari pengertian itu, tidak semua orang yang tergabung dalam friendster tersebut memiliki identitas yang benar. Bisa aja hanya sekedar untuk meramaikan dunia maya :) Namun, banyak juga manfaatnya untuk tetap menjalin komunikasi, dapat teman, dan sebagainya. Karena kita dapat melihat teman dari teman kita dan seterusnya. call me - New!

Google is My Salesman

google-salesmen-cover-dpn.jpgPernahkah Anda mencari sesuatu melalui google? Atau Anda sendiri mengetes tingkat ‘keterkenalan’ situs Anda di google? Nah, kalau sudah pasti Anda tidak asing lagi tentang penggunaan google tersebut. Tapi bagaimana ya membuat situs kita agar cepat ditangkap oleh mesin pencari yang populer ini? Wah, ada beberapa cara yang harus ditempuh. Beberapa diantaranya seperti mengoptimalkan title tag atau halaman judulnya. Kemudian description tag-nya dan beberapa langkah lainnya. Langkah-langkah ini sangat penting, apalagi bila Anda menjalankan bisnis online. Pelanggan Anda atau calon pelanggan akan mudah menemukan produk melalui searching di google. Tentu semuanya juga harus diikuti dengan title atau judul dan deskripsi yang jitu, pas, dan sesuai dengan target pasar situs Anda.


Nah, hal-hal inilah yang dijelaskan di bukunya Bob Julius Onggo yang berjudul Google is My Salesman. Buku ini dicetak Juni 2007 lalu dan sangat pas untuk Anda yang bergerak di pemasaran online. Namun sayangnya, Anda harus memahami sedikit tentang kata-kata ataupun bahasa program seperti HTML. Ya, kalau tidak mungkin agak sedikit bingung.. :)

Sekolah Koq Susah…

Akhir-akhir ini selalu kita saksikan bagaimana orang tua siswa atau calon siswa yang sering mengeluh dengan biaya pendidikan yang tinggi. Pendidikan murah belum juga bisa direalisasikan. Apalagi gratisssss…belum bisa semua pemerintah daerah melaksanakannya…Anggaran pendidikan 20 persen dari APBN ternyata hanya 9,1 persen saja. Ya, kita negara yang tidak mampu memberikan kesejahteraan, padahal banyak kekayaan alam.

Belum lagi dengan proses dalam pendidikan itu, misalnya pada perguruan tinggi. Hanya sedikit lulusan SMA yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Ya ini lantaran keadaan ekonomi dan tentu faktor lainnya. Hanya sekitar 11 persen lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Selebihnya memilih dunia kerja. Dalam dunia pendidikan kita pun, siswa ataupun mahasiswa masih belum diarahkan untuk menguasai pfofesionalisme, berpikir kritis, dan memiliki nilai-nilai sosial. Sangat susah mencapai output ketiganya. Masih susah menyeimbangkan antara tuntutan dunia kerja dan harapan dari nilai-nilai pendidikan itu sendiri. Yah, masih banyak tugas dunia pendidikan ini…

Reformasi Birokrasi

Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang melayani rakyatnya dengan baik pula. Inilah kondisi yang seharusnya terjadi. Pemerintah mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan tentu kesejahteraanya. Namun apa yang ada hari ini, tidaklah seideal teori dibuku-buku maupun program pemerintah. Tidak berjalan seperti seharusnya yang diindikasikan masih banyaknya masyarakat yang miskin, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, dan masih banyak lagi. Adakah yang salah dengan sistem pengelolaannya? Tampaknya sistem yang ada selalu memberikan peluang untuk tidak melaksanakan rencana ideal yang telah disusun.

Akhir-akhir ini, seperti banyak diberitakan media, Departemen Keuangan telah melaksanakan reformasi birokrasi. Al hasil yang membuat iri pegawai di lingkungan pemerintah adalah naiknya gaji pegawai di Departemen Keuangan. Ya, itu adalah salah satu hasil yang diperoleh. Namun reformasi birokasi bukan hanya mengurus soal kenaikan gaji. Reformasi birokrasi dilakukan untuk mengatur tatanan organisasi sehingga berjalan efektif dan efisien.

Banyak yang harus dibenahi seperti standar pelayanan publik, prosedur kerja, hingga kepada ukuran keberhasilan dari pekerjaan tersebut. Kini memang banyak ditemui pelayanan yang tidak memuaskan masyarakat. Susahnya birokrasi di pemerintah daerah misalnya, terkadang berimbas pada malasnya masyarakat untuk berhadapan dengan pemerintah. Sebut saja untuk membayar pajak kendaraan, atau mengurus perizinan. Belum lagi banyaknya oknum-oknum sebagai calo. Tentu ini membuat masyarakat alergi dengan pemerintah.

Lantas dengan adanya reformasi birokrasi apakah menjamin adanya perbaikan? Hhhmmm, minimal telah terbentuk sistem baru yang lebih transparan, efisien, dan pelayanan cepat. Dengan demikian pelayanan publik pemerintah lebih baik lagi. Bukan hanya slogan manis yang ada pada visi dan misi organisasi. Pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Kapan ini benar-benar bisa kita mulai?