Dewan Pimpinan Nasional Peradah Indonesia terus melakukan berbagai upaya menuju tata kelola organisasi yang baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan sinergi dengan berbagai pihak sebagaimana dicanangkan dalam program umum organisasi.
Semangat inilah yang melandasi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional VIII Peradah Indonesia yang akan di selenggarakan 06 – 08 Agustus mendatang di Palembang, Sumatera Selatan. Semangat dalam pelaksanaan Rakernas tersebut telah diterjemahkan dalam sebuah simbol yang menjadi logo panitia Rakernas VIII Peradah Indonesia.
(more..)
TAJUK RENCANA – Bali Post 17 Juni 2010
SEJATINYA, wacana green tourism atau yang dulu dikenal dengan ekowisata atau wisata yang berbasis lingkungan sudah terdengar gemanya sejak era awal 1990-an. Namun sejatinya pula, persoalan ini tumbuh dan berkembang sejak benih pariwisata itu tumbuh di Bali. Bukan lagi pada tataran konsep, namun sudah pada tahapan implementasi. Malah sudah jauh lebih mendasar bahwa sebenarnya pariwisata di Bali yang ada saat ini adalah pariwisata kerakyatan atau pariwisata yang berbasiskan masyarakat (community based tourism).
Jauh sudah mengakar ketika para pakar sudah mulai memikirkan dan kemudian bersuara lantang soal pariwisata kerakyatan serta green tourism. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana saja. Kembali pada filosofi manusia Bali itu sendiri yang mementingkan tiga hubungan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia dengan manusia (pawongan) serta manusia dengan lingkungan alam sekitarnya (palemahan). Inilah yang dinamakan Tri Hita Karana, tiga penyebab kebahagiaan. (more..)
Bunga di sawah jangan dilukai,
Karena sawah tempat menuai padi,
Pemuda Peradah yang kami cintai,
Marilah bersama membangun tanah Kepri.
Itulah pantun yang dilantunkan Ketua Peradah Indonesia Kepulauan Riau (Kepri) I Wayan Mesra Ariyawan saat pelantikan Pengurus DPP Peradah Indonesia Kepri akhir Mei lalu (28/5) di Wantilan Pura Agung Amertha Buana, Batam.
*
Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradah Indonesia terus melakukan program-program untuk menghidupkan sel-sel Peradah Indonesia pada setiap tingkatan hingga kabupaten. Salah satunya adalah membentuk Peradah Indonesia di provinsi yang belum memiliki kepengurusan Peradah Indonesia. (more..)
Pada tanggal 23-25 April 2010, telah sukses diselenggarakan ASEAN Hindu Youth Council (AHYC) General Assembly (Kongres). Acara ini berlangsung di Hotel Seri Malaysia Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia. Jarak Port Dickson dari Kuala Lumpur sekitar 150 Km. Port Dickson terkenal sebagai area pariwisata utama di Malaysia dengan pantainya yang cukup indah.
AHYC General Assembly kali ini begitu spesial dan bersejarah. Setelah vakum selama 13 (tiga belas) tahun, revitalisasi terhadap organisasi yang dibentuk berdasarkan Deklarasi Prambanan pada tanggal 21 November 1993 berhasil dilaksanakan.
Para peserta terdiri dari para aktivis Peradah Indonesia, dan Malaysian Hindu Youth Council. Ajang ini juga menjadi reuni para pendiri ASEAN Hindu Youth Council. Dari Indonesia hadir Sylvia Ratnawanti Purwanto, pendiri sekaligus mantan Ketua Umum Peradah ke-2, Prof. Nyoman Nurjaya, mantan presiden AHYC ke-1. Dari Malaysia hadir Dato Sithambaram, mantan presiden AHYC ke-2. (more..)

Pemuda harapan bangsa, kata-kata itu sering didengungkan untuk memotivasi para pemuda. Bagaimana caranya?
Cara untuk menjadi harapan bangsa adalah kreatifitas. Ya, di tengah tuntutan global, pemuda wajib memiliki kreatifitas yang kompetitif sehingga mampu melahirkan pemuda yang mandiri.
Kemandirian pemuda akan mampu menjadikan bangsa yang memiliki eksistensi. Hal ini sejalan dengan pemikiran tokoh panutan, MK Gandhi yaitu swadesi. Melalui nilai inilah kemandirian bisa dibangun.
Hal ini menjadi semangat bagi pelaksanaan Lokasabha VI Peradah Indonesia Sulteng tanggal 02 – 03 April 2010 lalu.